Kremlin tak ucapkan selamat kepada perdana menteri terpilih Hungaria
Kremlin tak ucapkan selamat kepada perdana menteri terpilih Hungaria
Penolakan ucapan selamat oleh Moskow
Kremlin menyatakan tidak akan memberikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, yang berhasil memperoleh kemenangan dalam pemungutan suara parlemen. Peskov, juru bicara Kremlin, menjelaskan bahwa Rusia tidak mengirimkan ucapan selamat kepada negara-negara yang tidak bersahabat, dan Hungaria termasuk dalam kategori tersebut karena mendukung sanksi terhadap Moskow.
“Kami tidak mengirimkan ucapan selamat kepada negara-negara yang tidak bersahabat. Dan Hungaria termasuk dalam kategori tersebut karena mendukung sanksi terhadap kami,” ujar Peskov dalam pernyataan kepada Life, Senin (13/4).
Dialog dengan Orban dan persiapan pertemuan
Peskov menyebutkan bahwa Moskow sudah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Viktor Orban, yang akan segera lengser. Meski Vladimir Putin belum menjadwalkan pertemuan dengan Magyar, ia memperkirakan bahwa pembicaraan akan terjadi di masa depan. Peskov menegaskan bahwa Rusia menghormati hasil pemilu Hungaria, yang mengakhiri kepemimpinan Orban selama 16 tahun.
Hasil pemilu dan harapan hubungan diplomatik
Kesediaan Moskow untuk berdialog dengan Hungaria tetap diungkapkan, dengan harapan memperkuat hubungan dengan kepemimpinan baru di Budapest. Menurut data dari Kantor Pemilihan Umum Hungaria, Partai Tisza yang dipimpin Magyar memenangkan 69,35 persen suara, atau 138 kursi, setelah 98,94 persen penghitungan selesai.