Latest Program: PGE-PLN IP sepakati tarif listrik proyek PLTP Lahendong 15 MW
PGE-PLN IP sepakati tarif listrik proyek PLTP Lahendong 15 MW
Jakarta – Konsorsium antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) telah mencapai kesepakatan mengenai tarif listrik untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit dengan kapasitas 15 megawatt (MW). Kesepakatan ini berperan dalam proses pengembangan proyek serta menggarisbawahi komitmen kedua pihak untuk memaksimalkan penggunaan energi panas bumi sebagai sumber daya energi bersih dan berkelanjutan.
“Tarif yang ditetapkan menjadi langkah krusial sebelum proyek dilanjutkan ke tahap implementasi, sekaligus mendukung pengadaan pembangkit melalui skema Independent Power Producer (IPP),” jelas Ahmad Yani, Direktur Utama PGE, dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Proyek Lahendong Bottoming Unit mengadopsi teknologi binary (bottoming cycle) untuk mengubah panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi menjadi energi tambahan. Teknik ini memungkinkan penggunaan panas yang sebelumnya terbuang menjadi listrik, meningkatkan efisiensi secara signifikan.
“Kami optimis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata dalam transisi energi nasional, dengan teknologi bottoming membantu menggerakkan potensi energi yang masih tersisa dari operasi eksisting,” tambah Ahmad Yani.
Setelah kesepakatan tarif tercapai, proyek akan melangkah ke fase berikutnya, seperti pembentukan joint venture, pelaksanaan EPCC, dan pembuatan kontrak pembelian listrik (PPA). Target COD untuk proyek ini adalah tahun 2028. Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, kedua perusahaan juga menyetujui tarif untuk PLTP Ulubelu Bottoming Unit dengan kapasitas 30 MW.
Kedua proyek tersebut termasuk dalam kerja sama strategis antara dua badan usaha milik negara (BUMN) yang di bawah naungan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Total kapasitas dari 19 proyek eksisting yang dikembangkan bersama mencapai sekitar 530 MW.
Sebagai pelopor pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE terus memperluas pemanfaatan sumber daya ini melalui inovasi teknologi. Saat ini, perusahaan mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah. Proyek baru juga tengah dikembangkan guna memperkuat pasokan energi bersih dalam beberapa tahun mendatang.