Latest Program: Presiden minta pengusaha Jepang melapor jika ada keluhan di Indonesia
Presiden Minta Pengusaha Jepang Laporkan Kendala di Indonesia
Jakarta – Pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang berlangsung di Tokyo, Senin, Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan investasi yang terbuka dan mendukung. Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara pengusaha Jepang dan Indonesia, serta mengajak mereka untuk segera melaporkan berbagai masalah yang dihadapi selama berinvestasi di tanah air.
“Jika Anda menghadapi kendala, saya siap menerima laporan langsung dari Anda. Anda bisa mengadukan melalui duta besar, perwakilan, MITI, JETRO, atau organisasi seperti Keidanren. Saya bersedia menindaklanjuti keluhan tersebut,” ujar Prabowo, seperti dilaporkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa presiden modern harus seperti seorang CEO yang aktif dalam menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Ia menegaskan pendekatan kepemimpinan yang lebih dekat dengan masyarakat usaha, serta mendorong pemerintah untuk terjun langsung ke lapangan.
Untuk memastikan kecepatan respons, pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus yang bertugas menghilangkan hambatan dalam proses investasi. Satgas ini bertanggung jawab untuk menangani kendala seperti keterlambatan administratif atau praktik yang merugikan investor.
Prabowo juga menyebut bahwa perusahaan, baik asing maupun lokal, yang mengalami hambatan atau perlakuan tidak adil dapat menghubungi satuan tugas tersebut. “Kami berupaya menyederhanakan aturan yang dinilai kurang efektif, serta mengurangi regulasi yang terkadang membingungkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Jepang dan Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. “Saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperdalam kerja sama kita. Kami siap mengejar proyek strategis yang menggabungkan kekuatan teknologi Jepang dengan sumber daya dan potensi pasar Indonesia,” tambah Prabowo.