Latest Program: Kemenperin kembangkan platform terintegrasi untuk digitalisasi dan AI

Kemenperin kembangkan platform terintegrasi untuk digitalisasi dan AI

Dalam upayanya mendorong perubahan cepat di sektor manufaktur nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah membangun sistem platform yang terpadu berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, menekankan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Kemenperin untuk memperkuat industri dalam negeri, sehingga mampu tidak hanya beradaptasi dengan perkembangan teknologi global, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok dunia yang semakin canggih dan terhubung.

Kemitraan Strategis untuk Kolaborasi Internasional

Pengembangan platform tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan mitra-mitra penting, termasuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin yang telah berkolaborasi dengan Irootech Technology Co. Ltd. dan Machinery Industry Education Development Center (MIEDC) Tiongkok. Aliansi ini bertujuan membangun sistem kerja sama internasional dalam bidang industri digitalisasi dan AI, serta mendorong sinergi antara sektor manufaktur, pendidikan, dan pemerintah Indonesia-China.

Perkembangan Revolusi Industri 4.0

Doddy Rahadi, kepala BPSDMI, menyoroti bahwa revolusi industri 4.0 telah mengubah cara industri beroperasi. Hal ini memaksa sektor produksi mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan teknologi tinggi. “Kemenperin terus berupaya membangun kerja sama strategis lintas negara, terutama dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja untuk industri masa depan,” jelasnya.

Kunjungan dan Pertemuan di Tiongkok

Beberapa waktu lalu, tim BPSDMI melakukan kunjungan ke Tiongkok. Mereka menghadiri acara kongres dan forum yang fokus pada pendidikan vokasi, perusahaan industri, serta asosiasi sektor manufaktur Tiongkok, seperti Irootech Technology Co. Ltd., Sany Group, Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Guangzhou Polytechnic, dan MIEDC. Dalam acara tersebut, aliansi kerja sama internasional untuk pengembangan talenta digitalisasi industri dan AI secara resmi diluncurkan.

“Tujuan utama pembentukan aliansi ini adalah membangun sistem kerja sama internasional di bidang digitalisasi dan kecerdasan industri, serta memperdalam integrasi antara dunia industri dan pendidikan,” ujar Wulan Aprilianti Permatasari, kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin.

Aliansi ini akan menjadi wadah untuk kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri, dengan tujuan memperkuat kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pertukaran dan sinergi internasional guna mendukung pertumbuhan industri.

“Platform kolaboratif ini bertujuan mengembangkan talenta teknis di bidang digitalisasi dan memperkuat kerja sama bilateral dalam pendidikan vokasi,” tambah Ye Fei, wakil presiden Irootech Technology Co. Ltd.

Kerja sama ini merupakan hasil dari perjanjian kerja sama (MoU) yang ditandatangani pada 16 September 2025 antara PPPVI Kemenperin dan Irootech Technology Co. Ltd. MoU tersebut menekankan fokus pada pengembangan, pelatihan, serta penempatan tenaga kerja di sektor digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *