DKI tambah 20 unit truk atasi sampah di Pasar Induk Kramat Jati
DKI Jakarta Tambah 20 Unit Truk untuk Mengatasi Penumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta kembali memperkuat upaya penanganan sampah dengan menambahkan 20 unit truk pengangkut sampah. Langkah ini bertujuan mengurangi tumpukan limbah yang masih mengganggu kegiatan masyarakat di sejumlah daerah, terutama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Upaya Percepatan Pembersihan Sampah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa penambahan armada tersebut fokus pada percepatan pengurangan tumpukan sampah. “Pengurangan tumpukan sampah di Kramat Jati menjadi fokus utama saat kami menambahkan 20 unit truk baru,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu.
“Kami percaya penambahan truk akan membantu mengatasi masalah yang terjadi di sekitar pasar tersebut,” tambah Pramono.
Menurutnya, meski penanganan sampah di Jakarta belum sepenuhnya tuntas, kondisi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mulai membaik. Namun, penumpukan sampah terjadi setelah aktivitas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terhambat karena longsor beberapa waktu lalu.
Perubahan Kondisi di Pasar Induk
Kuli angkut Pasar Induk Kramat Jati, Tebe (35), mengungkapkan kekhawatiran warga terkait risiko banjir akibat longsornya tembok pembatas di TPS. “Pembersihan kali tidak efektif karena sampah terus mengalir ke saluran air dan menumpuk kembali,” katanya.
“Sampah yang jatuh ke kali akan membuat saluran tersumbat, akhirnya bisa menyebabkan banjir,” tambah Tebe.
Tebe menjelaskan bahwa kerusakan tembok terjadi secara bertahap. Awalnya hanya sebagian kecil yang ambruk, namun kondisi terus memburuk hingga sampah meluber ke kali. “Kondisi semakin parah karena saluran samping juga ikut rusak,” pungkasnya.