Key Discussion: AS Sampaikan Bela Sungkawa Tiga TNI di UNIFIL Tewas di Lebanon
AS Sampaikan Bela Sungkawa Tiga TNI di UNIFIL Tewas di Lebanon
Pemerintah Amerika Serikat memberikan ucapan belasungkawa setelah tiga prajurit TNI yang bertugas di Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur dalam konflik regional. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoedin di Pentagon, Senin (13/4).
“Kami juga menyampaikan belasungkawa atas kehilangan tiga anggota prajurit Anda di Lebanon,” ujar Hegseth, dikutip dari situs resmi AS.
Pada pertemuan tersebut, Hegseth membahas berbagai topik, termasuk latihan militer bersama serta hubungan sejarah antara kedua negara. Ia mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas upayanya menemukan jenazah prajurit AS yang gugur dalam perang di era 1940-an. “Saya menghargai dukungan yang berkelanjutan dari Indonesia dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kita yang bekerja bersama rakyat Indonesia selama Perang Dunia II,” tutur Hegseth.
Kerja sama keamanan dan militer antara AS dan Indonesia terus berkembang. Setiap tahun, kedua negara telah menyelesaikan lebih dari 170 kali latihan militer. Sementara itu, Sjafrie menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan pertahanan yang sudah terjalin. “Hari ini, kami datang sebagai delegasi Indonesia ke Pentagon dengan antusiasme tinggi untuk melanjutkan dan mengembangkan kerja sama pertahanan kita yang diharapkan akan berlangsung lama bagi generasi mendatang,” kata Sjafrie.
Sebelumnya, tiga TNI gugur pada akhir Maret dalam konflik antara Israel dan Hizbullah. Kopral Farizal Rhomadon tewas akibat proyektil yang ditembakkan di dekat pos UNIFIL. Dua prajurit lainnya, Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, gugur pada 30 Maret. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyebutkan bahwa insiden 29 Maret menunjukkan fragmen proyektil berupa peluru utama tank kaliber 120 mm yang ditembak oleh tank Merkava milik Israel dari arah timur ke Ett Taibe.
“Berdasarkan temuan awal, proyektil yang ditemukan di posisi PBB bersifat fragmen dari tank Merkava milik Israel,” kata Dujarric.
Dalam insiden 30 Maret, ledakan yang terjadi disebabkan oleh perangkat peledak rakitan IED, kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah, menurut bukti awal yang diperoleh. Kejadian tersebut menambahkan latar belakang tragedi yang menimpa TNI di wilayah Lebanon.