New Policy: Pemkab Lombok Timur siap fasilitasi perbaikan IPAL dapur MBG
Pemkab Lombok Timur Bantu Perbaikan IPAL Dapur MBG
Lombok Timur, NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan dukungan untuk memperbaiki sistem pengolahan air limbah (IPAL) di dapur program makan bergizi gratis (MBG), setelah unit tersebut ditutup sementara karena tidak mencapai standar operasional. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, Pathurahman, penyebab penutupan operasional SPPG adalah kurangnya kualitas sistem IPAL.
Komitmen Dukungan dari Pemkab
Pathurahman menjelaskan bahwa DLH akan memberikan bimbingan khusus dalam pengelolaan limbah, agar tidak merusak lingkungan. “Kami siap membantu proses edukasi pembuatan dan pengoperasian IPAL,” katanya, Rabu. Selain itu, pihaknya juga terlibat dalam pengangkutan sampah dan penanganan limbah secara tepat, baik cair maupun padat.
“IPAL yang baik harus dikelola dengan baik, sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan,” tambah Pathurahman.
Dasar Penutupan Sementara SPPG
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasi 302 SPPG di NTB karena belum memenuhi syarat dasar. Hal ini termasuk kurangnya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dan instalasi pengolahan air limbah yang belum sesuai standar.
“Kami mengambil keputusan penutupan sementara karena risiko terhadap kualitas makanan dan keamanan pangan,” kata Fathul Gani, Ketua Satgas MBG NTB.
Fathul Gani membenarkan adanya penghentian operasional 302 SPPG tersebut. Ia menyebut keputusan itu berdasarkan surat BGN Nomor 1218/D.TWS/03/2026, tanggal 31 Maret 2026, yang ditandatangani Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan.
Dalam surat tersebut, disebutkan dua alasan utama penutupan SPPG, yakni belum memiliki SLHS dan IPAL yang tidak memenuhi standar. “Kedua hal ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan program MBG,” jelas Fathul Gani.