IHSG menguat dipicu pernyataan Trump bahwa AS siap akhiri konflik
IHSG Menguat karena Pernyataan Trump Soal Penyelesaian Konflik
Jakarta, Rabu – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik pada Rabu sore, sejalan dengan tren pasar saham di kawasan Asia. Peningkatan IHSG tercatat sebesar 136,22 poin atau 1,93 persen, mencapai level 7.184,44. Sementara itu, indeks LQ45, yang menggambarkan 45 saham unggulan, juga mengalami kenaikan 10,98 poin atau 1,53 persen, ke level 726,79.
“Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut AS dapat mengakhiri keterlibatan militer di Iran dalam 2-3 minggu menjadi faktor utama mendorong sentimen positif,” jelas Nico, Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas.
Dalam konteks domestik, data PMI manufaktur Indonesia menunjukkan stagnasi dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam fase ekspansi. S&P Global mencatat Indeks PMI Manufaktur Indonesia turun ke 50,1 pada Maret 2026, dari 53,8 di Februari 2026. “Penurunan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan biaya bahan baku,” tambah Nico.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Februari 2026 mencatat surplus 1,28 miliar dolar AS, yang memberikan dorongan positif bagi stabilitas eksternal perekonomian. Inflasi bulan Maret tercatat 0,41 persen month-to-month (mtm) dan 3,48 persen year-on-year (yoy), masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,5 plus-minus 1 persen.
Perdagangan saham di BEI dimulai dengan peningkatan, dengan IHSG bertahan di zona positif hingga sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap berada di area hijau hingga akhir hari. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mengalami penguatan, dipimpin sektor industri naik 5,57 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan barang baku masing-masing 5,01 persen dan 3,59 persen. Satu sektor, yaitu kesehatan, turun 0,14 persen.
Saham-saham yang naik signifikan meliputi CHEM, ALKA, YPAS, KOCI, dan BULL, sementara saham yang melemah mencakup DATA, NZIA, WEHA, TALF, dan ATAP. Total frekuensi transaksi mencapai 2.014.275 kali, dengan volume 31,54 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Dari jumlah tersebut, 475 saham menguat, 209 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak.
Bursa saham regional Asia juga mengalami penguatan. Indeks Nikkei naik 2.709,28 poin atau 5,31 persen ke 53.773,00, indeks Shanghai menguat 56,69 poin atau 1,46 persen ke 3.948,55, Hang Seng naik 505,89 poin atau 2,04 persen ke 25.294,03, serta Straits Times mengalami kenaikan 97,09 poin atau 1,99 persen ke 4.982,54.