Facing Challenges: Diabetes Bisa Picu Perdarahan di Mata, Waspada Risiko Terjadi Kebutaan

Diabetes Bisa Picu Perdarahan di Mata, Waspada Risiko Kebutaan

Dengan kadar gula darah yang tidak terkendali, diabetes bisa menyebabkan masalah serius pada organ tubuh, termasuk mata. Kondisi ini sering kali terlewat perhatian hingga mengancam penglihatan. Menurut Dr. Dearaini, dokter spesialis mata di Eka Hospital Permata Hijau, mata rentan terganggu karena memiliki sistem pembuluh darah yang sempit dan rentan. “Gula darah bisa menyebar ke berbagai tempat, termasuk ke retina,” tutur Dearaini dalam jumpa media di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).

Retinopati Diabetik: Dampak pada Retina

Kerusakan pada retina disebut retinopati diabetik, sebuah komplikasi yang memicu perdarahan di dalam mata. Tingkat keparahannya bervariasi, dan pada tahap awal, gejala bisa berupa titik-titik perdarahan kecil, kerusakan saraf mata, atau perubahan ringan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memburuk menjadi perdarahan luas yang mengganggu penglihatan.

Dalam fase lanjut, tubuh membentuk pembuluh darah baru yang rapuh. “Pembuluh darah ini mudah pecah, sehingga berisiko menyebabkan perdarahan yang lebih serius,” jelas Dearaini. Untuk mencegah komplikasi, pasien diabetes disarankan memeriksa mata secara rutin agar kehilangan penglihatan bisa dicegah lebih dini.

Pembengkakan Makula dan Pengobatan

Disebutkan juga bahwa diabetes bisa menyebabkan pembengkakan pada makula, bagian retina yang vital untuk penglihatan tajam. “Jika makula bengkak, penglihatan bisa berubah buram atau hilang,” kata Dearaini. Terapi seperti suntikan obat atau laser sering diterapkan, tetapi efektivitasnya bergantung pada kontrol gula darah. “Tanpa penanganan gula darah yang baik, kerusakan mata bisa terus berkembang meski sudah diobati,” tegasnya.

Di samping retinopati, diabetes juga meningkatkan risiko katarak muncul lebih dini. Pada usia 40-50 tahun, penderita diabetes bisa mengalami katarak yang menghalangi masuknya cahaya ke mata. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan.

“Jika kadar gula tetap tinggi, kerusakan pada mata bisa terus berlanjut meski sudah diterapi,”

Oleh karena itu, pasien diabetes tidak hanya perlu fokus pada pengobatan gula darah, tetapi juga rutin memeriksa kesehatan mata. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang berujung pada kehilangan penglihatan permanen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *