Meeting Results: Gus Irfan Tiba-Tiba Minta Setop Bahas ‘War Tiket’, Ada Apa?
Gus Irfan Berhenti Sementara Diskusikan Sistem ‘War Tiket’
Jakarta — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, akrab disapa Gus Irfan, mengambil keputusan untuk sementara menghentikan pembicaraan mengenai sistem ‘war tiket’ dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Selasa (15/4/2026). Menurutnya, wacana ini masih terlalu dini dan perlu ditunda hingga saat ini.
Penjelasan Gus Irfan
“Saya akui ‘war tiket’ memang wacana yang sedang kita bahas di Kementerian Haji. Jika ditanya siapa yang bertanggung jawab, sayalah yang pertama kali mengusulkan istilah ini. Namun, masih terlalu prematur, jadi kita tutup dulu sampai hari ini,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Gus Irfan menegaskan bahwa saat ini pihaknya akan fokus pada agenda yang lebih mendesak, yaitu pemberangkatan jemaah haji 2026 yang dijadwalkan berlangsung akhir Mei tahun ini. “Kita sambil menyelesaikan haji yang sudah ada di depan mata,” tambahnya.
Penjelasan Sistem ‘War Tiket’
Menurut informasi, sistem ‘war tiket’ diusulkan sebagai inovasi Kementerian Haji untuk mengurangi antrean jemaah. Tujuannya adalah agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ide ini berasal dari pemikiran progresif dalam internal Kemenhaj, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Dalam skenario ‘war tiket’, pemerintah akan mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu. Calon jemaah yang siap secara finansial dan fisik dapat langsung mendaftar dan berangkat pada tahun yang sama. Informasi ini dihimpun dari Detik, yang menjelaskan mekanisme sistem tersebut.