Key Strategy: Rumah warga yang terdampak relokasi di Jakbar segera dibongkar

Pemkot Jakbar Akan Demolisi Rumah Warga yang Terkena Relokasi

Penyelenggaraan relokasi di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, semakin mendekati tahap akhir. Pada Senin (6/4), pemerintah setempat berencana melanjutkan proses pembongkaran bangunan yang masih berdiri di Kelurahan Kamal dan Pegadungan. Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) yang terus menghuni lahan yang akan dijadikan tempat pemakaman umum (TPU) baru diwajibkan mengosongkan rumah secara mandiri.

“Karena SP1, SP2, dan SP3 telah diterbitkan, jika instruksi dari wali kota diberikan, kami pasti melakukan tindakan pengosongan,” jelas Lurah Kamal, Edy Sukarya, Rabu.

Kelurahan menjamin tetap memberi kesempatan bagi warga yang berubah pendirian dan ingin bergabung dengan program relokasi ke rumah susun (rusun). Waktu tambahan diberikan kepada mereka yang masih mencari jalan keluar.

PPSU Siaga 24 Jam Bantu Warga Relokasi

Untuk memastikan proses pembongkaran berjalan humanis, petugas dari Badan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama armada angkutan siap menemani warga yang ingin pindah secara mandiri. Edy menyebut sejumlah penduduk mulai mencicil biaya bongkar rumah untuk menyisihkan material bangunan seperti kayu yang bisa dijual.

“Bangunan yang berlabel ‘M’ menandakan penghuninya siap melakukan bongkar sendiri, sementara ‘R’ melambangkan keinginan untuk relokasi ke rusun,” ujarnya.

Progres Pemakaian Tanda ‘M’ dan ‘R’

Edy menambahkan, pemberian tanda ‘M’ dan ‘R’ diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen warga. Pihak kelurahan memastikan lahan yang sudah dikuasai akan segera diratakan, meski sebagian penghuni meminta waktu ekstra untuk menjual puing bangunan.

“Mereka bisa menjual perabot atau material rumah. Jadi, pemerintah memberi ruang tetapi tetap tegas,” tuturnya.

Camat Kalideres Laporan Progres Demolisi

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kalideres, Raditian Ramajaya, menyatakan bahwa pembongkaran sudah dimulai secara bertahap. Sampai Selasa (31/3), total 45 bangunan di RW 07 dan 08 Kelurahan Kamal, serta RW 04 dan 08 Kelurahan Pegadungan telah dibongkar.

“Beberapa bangunan dihancurkan oleh penghuni sendiri, sementara lainnya ditangani oleh aparat gabungan,” ungkap Raditian.

Perkiraan Jumlah KK yang Terdampak

Dari total sekitar 127 KK di Kelurahan Kamal dan 121 KK di Pegadungan, sebagian besar telah merelokasi. Namun, masih ada sejumlah kecil warga yang belum pindah, baik karena ingin menjual barang-barang rumah tangga maupun material bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *