Key Strategy: Wow! Bos BlackRock Digaji Rp642 Miliar Setahun
Wow! Bos BlackRock Digaji Rp642 Miliar Setahun
Larry Fink, CEO BlackRock, mengalami peningkatan gaji yang signifikan tahun ini seiring prestasi perusahaan sebagai manajer aset terbesar dunia. Menurut laporan Reuters, Selasa (31/3/2026), kompensasi total Fink mencapai US$37,7 juta atau setara Rp641,64 miliar dengan kurs Rp17.020. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pendapatan eksekutifnya sebesar US$30,8 juta.
Paket gaji Fink terdiri dari gaji pokok US$1,5 juta dan bonus US$10,6 juta. Kenaikan utamanya berasal dari tambahan insentif berupa saham sekitar US$6,5 juta. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan kuat pada 2025, yang mendukung kenaikan ini. Dalam surat kepada investor, Fink menyebut bahwa BlackRock memasuki 2026 dengan momentum yang meningkat serta berada dalam posisi stabil untuk mengambil peluang tumbuh di masa depan.
“Perusahaan memasuki 2026 dengan momentum yang meningkat dan berada pada posisi yang solid untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tulis Fink dalam suratnya.
Performa BlackRock tercatat sangat baik, terutama dalam hal aset kelolaan. Pada Januari 2026, nilai AUM (assets under management) mencapai rekor US$14 triliun, melebihi ekspektasi pasar. Laba bersih kuartal IV-2025 juga mencapai US$2,18 miliar, menunjukkan kinerja yang kuat.
Meski kompensasi manajemen mendapat kritik, proxy advisor Institutional Shareholder Services merekomendasikan investor untuk menolak paket gaji eksekutif BlackRock di tahun lalu. Namun, perusahaan tetap memperoleh dukungan mayoritas, dengan sekitar 67% pemegang saham menyetujui kebijakan remunerasi tersebut.
Dari sisi pasar, saham BlackRock mengalami kenaikan sekitar 4,5% sepanjang 2025. Namun, sejak awal tahun ini, nilai saham turun lebih dari 12%. Meski demikian, kondisi fundamental perusahaan tetap membaik, sementara sentimen pasar terhadap sektor manajer aset global masih cenderung fluktuatif karena dinamika ekonomi dan keuangan internasional.