Special Plan: Wamen PU instruksikan penanganan darurat Bendung Kedungrejo di Madiun
Wamen PU Segera Tangani Darurat Bendung Kedungrejo di Madiun
Di Kabupaten Madiun, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti melakukan inspeksi langsung terkait kejadian jebol pada Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng. Kebocoran tanggul pengendali aliran air ini terjadi pada Jumat (27/3/2026), dengan proses pemulihan diperkirakan memakan waktu dua minggu.
Langkah Darurat untuk Mengatasi Kerusakan
Pemerintah bersama Badan Pengelolaan Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS Bengawan Solo) telah menyusun rencana darurat. Langkah pertama adalah membersihkan sedimentasi yang menghambat aliran air, lalu merobohkan bagian bangunan yang rusak agar pasokan air bisa dialirkan kembali ke sawah.
“Kita terlebih dahulu lakukan penanganan darurat. Sedimentasi dibersihkan, lalu bangunan yang ambrol dihancurkan agar aliran sungai kembali teratur. Proses ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” terang Wamen PU Diana saat meninjau lokasi, Rabu.
Kerusakan yang Dipicu oleh Usia Bangunan
Bendung Kedungrejo yang diperbaiki sejak tahun 1936 ini, baru sekali di-renovasi pada dekade 1970-an. Faktor usia menjadi penyebab utama kerusakan, terlebih setelah terjadi ambrol pada tanggul dan tebing sekitarnya pada Selasa (31/3/2026) dini hari.
“Setelah mendapat laporan kerusakan, saya langsung hubungi Kepala BBWS Bengawan Solo untuk mengetahui kondisi. Hari ini saya datang ke lokasi untuk melihat langsung dampaknya,” ujarnya.
Pengembangan Jangka Panjang untuk Ketersediaan Air
Setelah penanganan darurat selesai, pemerintah akan mengajukan rencana pemulihan permanen melalui skema Inpres Nomor 2 tahun 2025. Anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar, dengan perencanaan teknis dikerjakan oleh pemerintah provinsi.
“Kolaborasi dengan provinsi dan kabupaten sangat penting agar sistem irigasi tetap stabil dan air bisa dialirkan secara efisien,” kata Diana.
Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Pusat
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah pusat. Pihak daerah segera melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait setelah memahami peran vital bendung dalam memenuhi kebutuhan pertanian.
“Fungsi bendung sangat krusial. Kami melalui dinas terkait langsung mengirim laporan ke kementerian. Alhamdulillah, respons dari pusat sangat cepat,” tutur Wabup Purnomo.
Saat ini, puluhan personel dan alat berat telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemulihan. Rencana penanganan ini bertujuan memastikan air tidak meluap dan tetap bisa digunakan untuk kebutuhan irigasi yang menopang lebih dari 1.500 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.