Main Agenda: Perang Makin Panas, Dua Raksasa AI Saling Pamer Teknologi Baru
Perang Makin Panas, Dua Raksasa AI Saling Pamer Teknologi Baru
Pertarungan di bidang kecerdasan buatan semakin memanas setelah sejumlah perusahaan menghadirkan model terbaru mereka masing-masing. Salah satu perusahaan teknologi besar, OpenAI, baru saja merilis GPT-5.4-Cyber, yang dirancang secara khusus untuk tujuan keamanan siber, seperti yang dilaporkan Reuters pada Rabu (15/4/2026).
Model terbaru ini diluncurkan secara terbatas pada tahap awal, dengan desain yang permisif.
“Yakni untuk vendor keamanan, organisasi dan peneliti yang diverifikasi,”
katanya. OpenAI juga memperluas program Trusted Access for Cyber (TAC atau Akses Tepercaya untuk Keamanan Siber). Kini ribuan individu serta ratusan tim yang melindungi software penting dan telah terverifikasi dapat menggunakannya.
Program ini kini memiliki tingkatan baru, yang dijelaskan oleh Reuters. Tingkat verifikasi yang lebih tinggi membuka kemampuan lebih canggih, sehingga hanya mereka yang terverifikasi akan mendapatkan akses pada model GPT-5.4-Cyber. Namun, akses ini terbatas pada hal sensitif, seperti riset dan analisis kerentanan.
Sementara itu, Anthropic juga merilis produknya, Mythos, bagian dari Project Glasswing. Model AI ini memiliki kemampuan defensif dalam keamanan siber. Namun, peluncuran ini menemukan hambatan karena Mythos diklaim sangat kuat dan mampu mengidentifikasi celah kerentanan yang belum diketahui. Sebagai akibatnya, Anthropic memutuskan menunda peluncuran ke pengguna luas.
Perusahaan tersebut juga mengadakan pertemuan dengan pejabat AS untuk membicarakan kemampuan siber yang dihasilkan oleh Mythos. Dijabarkan bahwa Mythos hanya tersedia untuk 40 perusahaan teknologi besar, termasuk Microsoft dan Google.