Latest Program: Harga Emas Bergejolak Hebat! Naik-Turun Drastis Bikin Dunia Deg-degan

Harga Emas Bergejolak Hebat! Naik-Turun Drastis Bikin Dunia Deg-degan

Pada Rabu (15/4/2026), harga emas mengalami penurunan tajam setelah mengalami kenaikan signifikan di hari sebelumnya. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika pasar terkait situasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Menurut Refinitiv, harga emas ditutup di US$ 4789,94 per troy ons, turun 0,96% dari level sebelumnya.

Selasa (14/4/2026), emas sempat melonjak 2%, mencerminkan ketegangan yang muncul akibat konflik AS-Iran. Namun, pada Kamis (16/4/2026) pukul 06.26 WIB, harga kembali menguat 9,46% ke US$ 4813,29 per troy ons. Perubahan drastis ini menunjukkan ketidakstabilan pasar yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi.

“Emas dan perak hanya mengalami aksi ambil untung ringan dan wajar setelah mencapai level tertinggi semalam,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, sebagaimana dilaporkan Reuters. Ia menambahkan bahwa harga emas belakangan naik saat selera risiko membaik, namun turun ketika pasar lebih cenderung menghindari risiko, berlawanan dengan peran tradisionalnya sebagai aset aman.

Analisis Wyckoff menyoroti pergeseran fokus pasar dari kekhawatiran inflasi ke kebijakan moneter yang lebih ketat. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer bersama Israel terhadap Iran hampir selesai, berkat tiba di Teheran oleh panglima militer Pakistan sebagai mediator. Sementara itu, Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, mengungkapkan bahwa The Federal Reserve mungkin perlu menunggu hingga 2027 untuk menurunkan suku bunga jika lonjakan harga minyak berlangsung lama karena perang Iran menghambat penurunan inflasi menuju target 2%.

Pasar saat ini memperkirakan peluang 32% untuk pemangkasan suku bunga AS tahun ini. Suku bunga yang tinggi biasanya menekan nilai emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil, sehingga mengurangi daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi. Sementara itu, harga perak juga mengalami volatilitas tinggi. Refinitiv mencatat harga perak ditutup di US$ 79,05 per troy ons, turun 0,54% pada hari Rabu. Namun, pada Kamis pukul 06.28 WIB, harga kembali naik 0,39% ke US$ 79,39 per troy ons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *