New Policy: Pemerintah genjot produksi pertanian lewat program pompanisasi

Pemerintah genjot produksi pertanian lewat program pompanisasi

Kamis, di Desa Banyu Urip, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan upaya pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian melalui sistem pompanisasi. Menurutnya, program ini bertujuan mengoptimalkan potensi lahan kering yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. “Penggunaan pompa air membantu petani mengalami peningkatan frekuensi panen, dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun,” jelasnya saat melakukan inspeksi langsung di lokasi.

Program pompanisasi dianggap sebagai solusi penting dalam meningkatkan produktivitas. “Dengan alat tersebut, mereka yang dulu hanya bisa menghasilkan sekali setahun kini bisa melakukan panen lebih sering,” tambahnya. Menurut data yang disampaikan, pengaruh positif dari pemasangan pompa air terasa jelas. Petani mengalami perubahan signifikan dalam pola pertanian, terutama di daerah yang sebelumnya terbatas oleh keterbatasan air.

“Koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar solar secara stabil,” ungkap Andi Amran. Ia menegaskan bahwa jatah solar telah disepakati bersama lembaga terkait.

Menurut Menteri Pertanian, kombinasi antara pompanisasi, pembukaan sawah baru, dan pemanfaatan lahan rawa secara optimal bisa meningkatkan output pertanian nasional secara drastis. “Dengan strategi ini, kita yakin dapat mencapai peningkatan signifikan dalam produksi,” tegasnya. Langkah ini juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *