Special Plan: Kemendagri soroti praktik baik daerah turunkan angka pengangguran
Kemendagri Tampilkan Praktik Peningkatan Ketenagakerjaan Daerah
Jakarta – Dalam upaya meminimalkan tingkat pengangguran, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri mengapresiasi inisiatif-inisiatif positif yang dilakukan pemerintah daerah. Yusharto Huntoyungo, kepala BSKDN, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan mengungkap metode sukses daerah dalam menurunkan angka pengangguran, sehingga bisa diadopsi oleh wilayah lain sesuai konteks lokal.
Yusharto menyampaikan hal tersebut saat acara Presentasi Kepala Daerah dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah, khususnya pada dimensi penurunan tingkat pengangguran. Kegiatan berlangsung secara daring dari Command Center BSKDN di Jakarta. Menurutnya, acara ini tidak hanya untuk menilai, tetapi juga sebagai media pembelajaran antardaerah dalam berbagi pengalaman dan strategi yang berdampak nyata.
Maluku Utara Berhasil Integrasikan Pelatihan dengan Industri
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, misalnya, menghadirkan model terbaik melalui pengembangan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan sektor industri. Contohnya, pelatihan operator mesin berat yang sesuai dengan permintaan kawasan industri. Selain itu, provinsi ini juga mendorong ekspansi sektor unggulan, seperti cengkeh dan perikanan, untuk meningkatkan nilai ekonomi serta menciptakan peluang kerja baru.
Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diperkuat dengan akses pendanaan, bimbingan, serta fasilitas yang memudahkan produk lokal masuk ke pasar lebih luas. Yusharto menyoroti bahwa keberhasilan pengurangan pengangguran tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari kualitas kebijakan, inovasi, serta dampak langsung bagi masyarakat.
Alor Mengembangkan Program Berbasis Potensi Lokal
Kabupaten Alor menunjukkan praktik inovatif berupa program yang memanfaatkan potensi lokal, seperti “Tripalawa” yang menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan perikanan sebagai penggerak perekonomian. Upaya ini didukung dengan kemudahan investasi di bidang unggulan serta pemberdayaan wirausaha masyarakat, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Program ini juga mencakup pelatihan bagi pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan yang memadai, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Yusharto menegaskan bahwa kebijakan yang efektif harus benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat dan menciptakan solusi yang berkelanjutan.
“Yang kita dorong adalah kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata. Inovasi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan,” tuturnya.