Topics Covered: Inggris akan undang 35 menlu bahas pembukaan Selat Hormuz
Inggris akan undang 35 menlu bahas pembukaan Selat Hormuz
Pada pekan ini, Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari 35 negara untuk mendiskusikan upaya mengembalikan akses ke Selat Hormuz, seperti yang diungkapkan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer. Acara ini bertujuan mengamankan kebebasan navigasi laut dan memastikan keselamatan kapal serta pelaut yang terjebak akibat ketegangan di wilayah tersebut.
“Menteri Pertahanan Inggris (John Healey) telah melakukan kunjungan ke Timur Tengah untuk berkoordinasi dengan mitra strategis. Sekarang, Inggris telah menyatukan pendapat 35 negara dalam upaya bersama memperkuat keamanan maritim di Teluk,” jelas Starmer kepada wartawan di London, Rabu.
Menurut Starmer, pertemuan antara para menlu akan menjadi langkah awal dalam mengevaluasi tindakan diplomatik dan politik yang diperlukan untuk memulihkan aliran komoditas vital. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini menggambarkan komitmen bersama menjaga stabilitas kritis di kawasan tersebut.
Dalam pembicaraan lanjutan, para diplomat senior akan membahas rencana-langkah konkret untuk mengatasi hambatan pelayaran dan melindungi kapal yang terdampar. Langkah-langkah ini termasuk mengambil keputusan bersama dalam menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik terkini.
Setelah diskusi antara menlu selesai, Starmer menyatakan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan dengan para perencana militer. Tujuannya adalah mengidentifikasi strategi lebih lanjut guna memastikan keamanan Selat Hormuz setelah perang selesai. Hal ini menunjukkan integrasi antara diplomasi dan persiapan militer dalam menghadapi situasi kritis.
Sebelumnya, perwakilan dari 35 negara telah menyatakan keinginan untuk berkolaborasi dalam menjaga kelancaran arus kapal melalui Selat Hormuz. Mereka menyoroti bahwa gangguan pada jalur pelayaran internasional dan rantai pasokan energi global berpotensi mengancam perdamaian serta keamanan di tingkat internasional.