Key Strategy: Jakarta jadi tuan rumah FIA Rallycross World Cup 2026
Jakarta jadi tuan rumah FIA Rallycross World Cup 2026
DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah kejuaraan FIA Rallycross World Cup 2026, yang akan berlangsung di Sirkuit E-Prix, Ancol, Jakarta Utara, pada 5 hingga 6 Desember. Ajang ini dipercayakan kepada SARGA.CO, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung kegiatan tersebut secara aktif. Ia menjelaskan bahwa event ini merupakan pertama kalinya di Asia Tenggara atau Indonesia, sehingga diharapkan bisa memberi manfaat signifikan bagi masyarakat dan pemerintah.
Dukungan Pemprov Jakarta
Pramono menyatakan, Pemprov DKI akan mempromosikan event secara maksimal melalui berbagai kanal resmi, agar masyarakat dan pemangku kepentingan lebih mengenal ajang ini. Selain itu, ia menekankan pentingnya penyelenggaraan yang berkelanjutan, bukan sekadar satu kali. “Kota Jakarta, yang teraman kedua di Asia Tenggara, akan terus berkembang sebagai destinasi olahraga internasional dan ajang kelas dunia,” tambahnya.
“Apalagi penyelenggaraan ini yang pertama kali dilakukan di Asia Tenggara (ASEAN) atau Indonesia, jadi tentu akan kami dukung penuh,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis.
Pendiri SARGA.CO, Aryo Djojohadikusumo, menegaskan bahwa FIA memilih Indonesia sebagai lokasi awal ekspansi rallycross di kawasan Asia Tenggara. Ini sejalan dengan visi SARGA untuk memperkenalkan olahraga motorsport internasional di tanah air. “Kami juga berupaya menghasilkan pembalap lokal yang bisa berpartisipasi di edisi berikutnya, sehingga tidak hanya menjadi penonton, tapi juga peserta,” katanya.
Aryo menjelaskan alasan penyelenggaraan rallycross di Indonesia berdasarkan minat besar pecinta otomotif, khususnya pada balap reli. Selain itu, ada peluang dari FIA yang masih terbuka untuk olahraga ini. “Ancol dipilih karena sudah siap dengan berbagai kegiatan pendukung atau side event, serta pernah menggelar Formula E,” ujarnya.
Dalam ajang ini, SARGA.CO akan mengubah Sirkuit E-Prix Ancol menjadi lintasan rallycross internasional dengan konfigurasi permukaan campuran (mixed surface). Lintasan tersebut terdiri dari 60 persen aspal dan 40 persen tanah, serta menggunakan mobil balap Euro RX1 dan RX3 yang berbasis mesin pembakaran internal. Format kompetisi ini menciptakan aksi balap cepat dan intens, yang menarik bagi penonton.
“Meski edisi tahun ini pembalap Indonesia belum ada yang berpartisipasi, tetapi kontrak kerja sama dengan FIA berlangsung selama lima tahun dan kami berusaha mendorong agar pereli nasional bisa ikut ke depannya, makanya harus dipersiapkan dari sekarang,” kata Aryo.
Aryo optimistis jumlah penonton bisa mencapai 25.000 hingga 30.000 orang per hari, sehingga total selama dua hari mencapai 50.000 hingga 60.000 orang. Event ini merupakan bagian dari strategi global FIA untuk memperluas popularitas rallycross ke pasar baru di luar Eropa.