Basarnas: Helikopter yang jatuh ditemukan di hutan Sekadau Kalbar
Basarnas: Helikopter yang jatuh ditemukan di hutan Sekadau Kalbar
Jakarta – Lembaga Pencarian Sandar Nasional (Basarnas) mengumumkan bahwa bagian dari helikopter Airbus H130 PK-CFX, yang hilang kontak dan jatuh dalam penerbangan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), telah ditemukan pada hari Kamis. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso saat diwawancara di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa serpihan yang diduga berasal dari bagian belakang pesawat itu terlihat melalui udara oleh tim SAR gabungan yang mengoperasikan Helikopter Super Puma TNI AU.
Dalam pemantauan udara oleh tim SAR gabungan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU, serpihan yang kemungkinan berasal dari bagian belakang helikopter PK-CFX terdeteksi pada pukul 15.25 WIB, sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik hilang kontak,” kata Edy.
Edy memastikan informasi temuan tersebut telah disampaikan ke tim darat untuk memudahkan proses pencarian menuju lokasi jatuhnya pesawat. Helikopter Airbus H130 tipe H-130T2 tersebut mengangkut delapan penumpang, terdiri dari Kapten Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam orang lainnya: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan data kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pukul 07.34 WIB. Kemudian, helikopter dilaporkan kehilangan kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Basarnas mencatat bahwa posisi terakhir helikopter, sebelum sinyal darurat hilang, berada di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Tim SAR gabungan yang terdiri dari kru pesawat, personel Kopasgat, dan Kantor SAR Pontianak -Pos SAR Sintang terus berusaha mengoptimalkan pencarian.
“Mohon doa untuk proses pencarian dan evakuasi korban agar berjalan lancar, aman, dan selamat. Basarnas berkomitmen melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dukungan seluruh potensi SAR,” tutur Edy.