Vaksinasi wajib yang harus dilengkapi calon jamaah haji
Vaksinasi Wajib Calon Jamaah Haji 2026
Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, calon jamaah haji wajib memenuhi beberapa jenis vaksin sebelum keberangkatan. Ahli gizi dari Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa vaksin meningitis meningokokus ACWY termasuk salah satu syarat utama. Vaksin ini bertujuan mencegah infeksi radang selaput otak yang rentan menyebar di area kerumunan.
“Salah satu vaksin wajib adalah meningitis meningokokus ACWY, yang bertujuan mencegah infeksi radang selaput otak yang rentan menyebar di area kerumunan,” ujar Rita saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Vaksin ini harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum berangkat, dan sertifikatnya tetap valid selama 5 tahun, bergantung pada jenis vaksin yang diterima. Selain itu, vaksin polio menjadi syarat tambahan untuk jamaah dari Indonesia. Dosis tunggal ini diberikan dalam periode 4 minggu hingga 12 bulan sebelum berangkat.
“Ini karena Indonesia masih termasuk negara yang dipantau terkait kasus polio,” ujarnya.
Untuk vaksin lain seperti influenza, pneumonia, dan COVID-19, pemberian bersifat opsional. Namun, Rita menyarankan agar jamaah mempertimbangkan vaksinasi ini untuk memperkuat sistem imun. Selain vaksinasi, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan secara umum selama menjalani ibadah haji.
Rita merekomendasikan jamaah mengatur waktu istirahat di antara aktivitas dan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. “Pilih makanan rendah risiko, dengan menambah asupan buah dan protein rendah lemak, sementara makanan lain dikonsumsi secara terbatas,” katanya.
Ia juga menyarankan jamaah membawa camilan praktis seperti kurma untuk menambah energi. “Jika merasa lelah, konsumsi satu hingga tiga butir kurma,” ujarnya. Selain itu, jamaah disarankan melakukan peregangan singkat sekitar 10 menit di pagi hari dan mengatur kecepatan berjalan untuk menghindari kelelahan.
Rita mengingatkan jamaah agar tidak menahan kebutuhan buang air kecil atau rasa haus, karena bisa memicu risiko infeksi saluran kemih. “Ketika ada kesempatan istirahat, gunakan untuk istirahat, dan tetap jaga kebutuhan cairan,” katanya.
Dengan memenuhi syarat vaksinasi dan mengadopsi pola hidup sehat, jamaah diharapkan dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan kondisi tubuh yang tetap prima.