Latest Program: Kementan-Danantara Gandengan Jalankan Tugas Besar dari Prabowo
Kementan dan Danantara Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan Energi Berkelanjutan
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tengah menitikberatkan pada pelaksanaan biodiesel B50, yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa percepatan pengembangan bioenergi adalah bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang perlu dijalankan secara bersamaan oleh berbagai sektor. Kementerian Pertanian bekerja sama dengan perusahaan BUMN, termasuk Danantara, untuk mendorong pertumbuhan energi terbarukan nasional, mulai dari biodiesel hingga etanol, sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi.
“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Dalam penyataannya, Amran menyebutkan bahwa target B50 akan membantu mengurangi impor solar sebanyak 5 juta ton. Ia menambahkan, capaian ini dinilai luar biasa karena diharapkan mampu membuka peluang kerja, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Pertanian juga fokus pada percepatan produksi etanol sebagai bagian dari bauran energi nasional. Mandatori E20 dijadwalkan menjadi prioritas, dengan kebutuhan sekitar 8 juta ton etanol. “Suatu saat kita mandiri karena Brasil sekarang bisa mencapai E70 atau E100,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung implementasi program bioenergi. “Saat ini B50 sudah terpenuhi, dan B40 juga sudah mencapai level operasional,” katanya.
“Dengan B40, kita bahkan tidak perlu lagi mengimpor solar. Jika B50 berjalan, kita bisa ekspor solar,” ucap Setyanto.
Untuk memenuhi standar E20, pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat. “Pembangunan pabrik etanol sudah dimulai, dan satu fasilitas lainnya di Jawa Timur sudah dilaunching,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa total ada enam pabrik yang akan dioperasikan untuk menjamin kebutuhan etanol nasional.
Amanat Prabowo Subianto, lanjut Setyanto, mencakup upaya menuju kemandirian energi. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan target ini secara bersinergi dengan Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Amran berharap ekosistem bioenergi yang terbentuk dapat memberikan dampak signifikan pada perekonomian. “Kalau ini semua mandiri, insya Allah, lapangan kerja akan bertambah, kemiskinan berkurang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.