BSI optimistis pengumpulan ZISWAF meningkat tahun ini

BSI Yakin Penghimpunan ZISWAF Tahun Ini akan Naik

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan keyakinan bahwa penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui berbagai saluran pembayaran mereka akan mengalami peningkatan di tahun 2026. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa volume donasi tahun lalu mencapai Rp236 miliar dengan total transaksi 10,5 juta kali. “Kami melihat tren bulanan ZISWAF tahun 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Sebagai institusi perbankan, kami merasa bangga,” tutur Anggoro saat diwawancarai di Jakarta, Rabu.

Ekspansi Basis Nasabah dan Inovasi Layanan

Anggoro menambahkan, peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan jumlah nasabah BSI yang kini mencapai 23 juta. Pihaknya juga memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat melalui saluran offline di 1.130 kantor cabang, serta layanan digital seperti ATM, QRIS, BYOND by BSI, dan aplikasi BSI Mobile. “Kami berkomitmen untuk memperluas dampak sosial dengan memaksimalkan penghimpunan dan penyaluran ZISWAF, termasuk melalui penguatan layanan digital seperti superapp BYOND,” jelasnya.

Kemitraan dan Kontribusi Digital BSI

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan bahwa perusahaan telah bekerja sama dengan 628 mitra lembaga ZISWAF. Dalam lima tahun terakhir, BSI berhasil mengumpulkan total Rp545,46 miliar zakat melalui platform digital, dengan 45 juta transaksi selesai. “Kami kini memiliki superapp BYOND by BSI, bukan hanya mobile banking. Kontribusi zakat dari 2021 hingga 2025 mencapai Rp545,46 miliar,” ujarnya.

Proyeksi Nasional dan Apresiasi BAZNAS

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan bahwa potensi pengumpulan zakat nasional berpotensi mencapai Rp327 triliun per tahun. Ia menjelaskan, proyeksi ini terdiri dari zakat pertanian Rp19 triliun, peternakan Rp9,5 triliun, tabungan deposito Rp58 triliun, pendapatan dan jasa Rp139 triliun, ASN Rp9 triliun, individu Rp129 triliun, serta korporasi Rp99 triliun.

“Dalam lima tahun, kontribusi BSI terhadap pengumpulan zakat BAZNAS Pusat sangat luar biasa, terutama dalam manajemen ZISWAF. Tahun lalu, kontribusi mereka mencapai 19,12 persen,” ungkap Rizaludin Kurniawan.

Lebih lanjut, Rizaludin menyoroti peran BSI dalam memperbesar pendapatan zakat korporasi serta Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang berhasil mencapai Rp271 miliar pada 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *