Important Visit: Gubernur Sulteng sebut haul bukti kecintaan kepada guru tua

Gubernur Sulteng Sebut Haul sebagai Bukti Kecintaan kepada Guru Tua

Di Kota Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengungkapkan bahwa perayaan haul pendiri Perguruan Alkhairaat, yakni Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau dikenal sebagai Guru Tua, mencerminkan kecintaan yang mendalam dari para pengikut. “Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, kita tidak akan berada di sini,” katanya saat menghadiri Haul ke-58 di Kompleks Alkhairaat, Rabu. Dalam acara tersebut, ribuan jamaah hadir, membuktikan bahwa perayaan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga tanda penghargaan yang mengalir tanpa batas waktu.

Peringatan Haul yang Membawa Makna Profund

Gubernur menekankan bahwa kehadiran masyarakat bukan sekadar kebiasaan, melainkan pernyataan cinta yang memperkuat ikatan spiritual. Menurutnya, dari sekitar 10 juta Abnaulkhairaat yang tersebar di Indonesia, hanya sekitar 20 persen yang pernah bertemu Habib Idrus. “Saya pun tidak pernah bertemu beliau langsung,” tambahnya. Meski demikian, kecintaan terhadap Guru Tua tetap terjaga, bahkan tanpa pertemuan fisik.

“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” ujarnya.

Warisan Pendidikan dari Guru Tua

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menjelaskan bahwa Guru Tua tidak hanya meninggalkan warisan spiritual, tetapi juga membangun fondasi pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk mengubah nasib. Saat ini, Alkhairaat memiliki satu perguruan tinggi, sekitar 50 pesantren, serta 1.700 madrasah di berbagai tingkatan.

Tema dan Perayaan Haul yang Meriah

Haul ke-58 yang jatuh pada 1 April 2026 mengusung tema “meneguhkan spirit keteladanan Guru Tua dalam bingkai peradaban ilmu dan akhlak.” Sebelumnya, acara utama disambut oleh Festival Raudhah SIS Aljufri yang berlangsung dari 28 hingga 30 Maret 2026. Ribuan pengunjung tumpah ruah di lapangan kompleks Alkhairaat yang luasnya satu hektar, bahkan menyebabkan kerumunan sampai ke Jalan Sis Aljufri, depan Kantor Pengurus Besar Alkhairaat.

Kisah Keluarga dan Pengaruh Abadi

Menurut Anwar, cerita keluarga menyebutkan bahwa Guru Tua wafat tiga bulan setelah dirinya lahir. Meski tidak pernah bertemu, rasa hormat dan penghargaan terhadap sosok tersebut terus dijaga oleh anggota komunitas. Ia mengajak seluruh Abnaulkhairaat untuk menjalankan kecintaan melalui tindakan konkret, bukan sekadar mengikuti acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *