Meeting Results: 12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Purbaya Yakin Indonesia Tidak Butuh Bantuan!

Krisis Global Memicu Permintaan Bantuan Ekonomi

Dalam kondisi ketidakpastian global akibat lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah, dana moneter internasional (IMF) melaporkan bahwa sekitar 12 negara sedang menyiapkan permintaan pinjaman baru. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengungkapkan potensi kenaikan signifikan dalam permintaan dukungan keuangan, dengan estimasi kebutuhan bantuan mencapai US$20 miliar hingga US$50 miliar atau setara Rp340 triliun hingga Rp850 triliun.

“Gangguan akibat perang dapat memicu permintaan dukungan keuangan baru dalam jumlah besar, baik dalam bentuk pinjaman baru maupun tambahan dari program yang sudah berjalan,” jelas Georgieva dalam konferensi pers selama Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia di Washington.

Beberapa negara Afrika sub-Sahara diketahui sudah mulai mencari bantuan keuangan, meski IMF belum menyetujui penambahan fasilitas untuk Mesir yang saat ini mendapat dana US$8 miliar.

Indonesia Tidak Membutuhkan Bantuan, Purbaya Beri Penjelasan

Pemerintah Indonesia optimis mampu menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus mengajukan bantuan dari IMF. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah bertemu dengan Georgieva dalam agenda Pertemuan Musim Semi.

“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena negara kita cukup baik, dan kita masih punya batas yang cukup besar, yaitu Rp420 triliun yang saya sebutkan sebelumnya,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia diakibatkan oleh perubahan kebijakan yang dijalankan pemerintah sejak tahun lalu. Reformasi tersebut, menurutnya, membuat ekonomi lebih siap menghadapi guncangan eksternal.

“Kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global yang seperti ini. Tapi saya jelaskan bahwa memang kita sudah merubah kebijakan sejak tahun lalu, dan tampaknya sudah jelas. Jadi kita sedang mengalami percepatan ketika shock dari ketidakpastian global, dari harga minyak yang tinggi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *