Main Agenda: Collins dan Lorente bersiap rebut posisi penantang wajib juara WBC
Collins dan Lorente Bersiap Rebut Posisi Penantang Wajib Juara WBC
Dari Jakarta – Federasi tinju dunia WBC merilis pengumuman bahwa Nathaniel Collins dan Cristobal Lorente akan bertarung di OVO Hydro, Glasgow, Skotlandia, untuk memperebutkan gelar penantang wajib kelas bulu (57,1 kg). Pertandingan ini dinilai sebagai babak penentuan terakhir bagi kelas tersebut.
“Pemenang laga akan menjadi penantang wajib yang siap bersaing untuk mengklaim sabuk Green and Gold, menjadikan pertarungan ini memiliki intensitas penuh,” ujar WBC, seperti dikutip dari situs resmi mereka, Jumat.
Kedua petinju memenuhi syarat berat badan dalam sesi penimbangan pada Kamis (16/4), dengan Collins tercatat membawa bobot 125,4 pon (sekitar 56,88 kg), sedangkan Lorente mengungguli satu pon dengan 124,4 pon (sekitar 56,4 kg). Pertemuan sebelumnya mereka pada Oktober 2025 di tempat yang sama berakhir dengan hasil imbang teknis setelah 12 ronde yang penuh aksi, dengan skor 115-113, 113-115, dan 114-114. Laga itu meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab.
Kini, kedua petinju kembali bersatu dalam pertandingan yang diselenggarakan oleh Queensberry Promotions, perusahaan Frank Warren. Pertemuan ini bukan hanya ulangan personal, tetapi juga perebutan posisi terakhir bagi gelar kelas bulu WBC. Collins, sebagai petinju tuan rumah, membawa catatan 17 kemenangan (delapan KO) dan satu hasil imbang. Ia mengakui tekanan dari penonton lokal membuatnya terlalu fokus pada KO dalam pertandingan pertama, yang berdampak pada performa di sisi strategi.
Lorente, petinju asal Spanyol dengan rekor tak terkalahkan sebanyak 20 kemenangan (delapan KO) dan tiga hasil imbang, tampil dengan disiplin taktis dan kepercayaan untuk mengungkapkan kekuatan di laga ini. WBC menilai pertandingan ini akan menghadirkan pertarungan kelas atas yang menarik, sekaligus memberikan visibilitas optimal bagi kedua kontestan. Untuk memastikan penonton global dapat menyaksikan, acara tersebut akan disiarkan langsung secara internasional.