KPK panggil pegawai Bea Cukai berinisial EPW dan AS sebagai saksi
KPK Panggil Pegawai Bea Cukai EPW dan AS sebagai Saksi
Jakarta, Jumat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang dua pegawai dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, berinisial EPW dan AS, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diinvestigasi. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Pemeriksaan yang dilakukan terhadap EPW dan AS, yang merupakan aparatur sipil negara di Ditjen Bea Cukai, dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam aksi tersebut, salah satu tersangka yang ditahan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Barat, Rizal. Dua hari setelahnya, lembaga antikorupsi menetapkan enam dari total 17 orang yang diamankan sebagai tersangka.
KPK menyebutkan, enam individu yang ditetapkan tersangka melibatkan Rizal (RZL) sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, serta Sisprian Subiaksono (SIS) dan Orlando Hamonangan (ORL) sebagai kepala seksi dan subdirektorat intelijen di Ditjen Bea Cukai. Selain itu, pemilik perusahaan Blueray Cargo, John Field (JF), dan dua stafnya, Andri (AND) serta Dedy Kurniawan (DK), juga menjadi tersangka dalam skandal suap dan gratifikasi terkait pengurusan impor barang tiruan.
Di hari berikutnya, yaitu 26 Februari 2026, KPK menambahkan satu nama baru ke daftar tersangka. Pihak berwenang menetapkan Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
Pada 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan bahwa investigasi terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan cukai masih berlangsung. Hal ini didasari penyitaan uang tunai senilai Rp5,19 miliar dari lima koper yang ditemukan di sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan, yang disinyalir terkait dengan kasus tersebut.