Main Agenda: Prabowo tiba di Jakarta setelah rampung lawatan di Jepang dan Korsel
Prabowo Tiba di Jakarta Setelah Rampung Lawatan di Jepang dan Korsel
Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis dini hari setelah menyelesaikan kunjungan ke dua negara Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang mengangkut Presiden dan rombongan terbatas, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, mendarat sekitar pukul 00.01 WIB setelah berangkat dari Pangkalan Udara Militer Seongnam, Seoul, pada Rabu (1/4) malam.
Kepulangan dan Sambutan
Pada apron bandara, tepat di dekat tangga pesawat, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunggu untuk menyambut kepulangan Prabowo. Gibran, berpakaian jas hitam lengkap dengan kopiah senada, didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN M. Herindra. Presiden langsung berjabat tangan dengan pejabat yang hadir, dimulai dari Gibran, Prasetyo, serta para pimpinan institusi militer dan intelijen.
Lawatan ke Jepang
Prabowo memulai lawatannya ke Jepang pada 29 Maret 2026, berlangsung hingga 31 Maret 2026. Di Tokyo, ia pertama kali bertemu dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran. Tidak lama kemudian, Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan berdiskusi dengan perwakilan bisnis Indonesia-Jepang. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah perjanjian strategis ditandatangani, dengan total nilai mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp380 triliun.
Kunjungan ke Korea Selatan
Setelah menyelesaikan agenda di Jepang, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Seoul. Di sana, ia bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Korsel (Blue House) pada Rabu pagi. Kedua pemimpin menyetujui peningkatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pertahanan, dan kecerdasan buatan (AI). Mereka juga menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup dialog strategis, kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang energi bersih, teknologi digital, dan hak kekayaan intelektual.
Setelah berbagai pertemuan, Prabowo meninggalkan Lanud Halim Perdanakusuma dengan masuk ke mobil kepresidenan Maung Garuda. Wapres Gibran dan para pejabat lainnya kemudian meninggalkan lokasi. Kepulangan Presiden menandai berakhirnya rangkaian kunjungan luar negeri yang mencakup penguatan kerja sama bilateral dan penandatanganan perjanjian strategis.