Dunia Lagi Krisis Gara-gara Perang – Negara Ini Mengaku Aman

Dunia Lagi Krisis Gara-gara Perang, Negara Ini Mengaku Aman

Perang yang melibatkan Iran telah mengganggu operasi produksi gas di Qatar, salah satu produsen LNG terbesar dunia. Hal ini berdampak pada kenaikan harga helium, produk sampingan dari proses pengolahan gas alam, yang menciptakan kekhawatiran terhadap kestabilan rantai pasok chip global. Meski krisis terus berlangsung, Korea Selatan menyatakan bahwa situasi di negara tersebut masih terkendali.

Korea Selatan, yang menjadi pusat produksi chip raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, mengklaim memiliki stok helium yang cukup hingga pertengahan tahun. Pemerintah negara tersebut memastikan pasokan bahan ini masih terpantau dan belum mengancam produksi dalam waktu dekat. Bahkan, industri telah melakukan persiapan dengan menyimpan cadangan hingga 4-6 bulan ke depan. Namun, upaya antisipasi tetap dilakukan, termasuk pembelian helium dengan harga lebih tinggi untuk memastikan pasokan.

“Mengamankan stok saat ini menjadi prioritas utama, meski harga menjadi faktor penentu,” kata sumber pemerintah, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (1/3/2026).

Di sisi lain, tekanan global terhadap pasokan energi belum berkurang. Qatar, yang menyumbang hampir 30% dari pasokan helium dunia, terpaksa menghentikan sebagian kontraknya setelah serangan terhadap fasilitas gas mereka. Langkah ini memperparah ketidakpastian di pasar energi dan bahan baku industri.

Ketidakstabilan mulai terasa, dengan sejumlah pelaku industri mengakui gangguan kecil pada produksi chip. Meski belum signifikan, ancaman terhadap bahan penting lainnya, seperti bromin, juga diperkirakan akan meningkat jika konflik berlanjut. Lonjakan harga energi juga menjadi beban baru bagi sektor teknologi global.

Ketua SK Group, Chey Tae-won, menyebut krisis ini mendorong perusahaan-perusahaan mencari sumber energi alternatif. Meski kondisi di Korea Selatan terlihat relatif aman, tindakan pencegahan tetap diambil untuk mengurangi risiko gangguan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *