Menteri PU: Perbaikan lubang jalan Pantura tersisa 1-2 persen

Menteri PU: Pemeliharaan Jalan Rusak Pantura Hampir Tuntas

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, upaya memperbaiki jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hampir rampung, dengan sisa pekerjaan mencapai 1 hingga 2 persen. Menurutnya, proyek tersebut terus berjalan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur utama yang sering dilalui kendaraan dalam jumlah besar.

“Jalan berlubang di Pantura Insya Allah telah hampir selesai, dengan sisa pekerjaan mencapai 1 hingga 2 persen,” ujarnya saat di Kementerian PU, Jakarta, Jumat.

Kerusakan Jalan Dipengaruhi Kendaraan Berat dan Cuaca

Dody menjelaskan, kerusakan jalan di wilayah Pantura utama disebabkan oleh kendaraan dengan muatan melebihi aturan, atau yang disebut ODOL, serta kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi. Ia menambahkan, kendaraan berat yang melewati jalur tersebut menjadi faktor utama mempercepat rusaknya permukaan jalan.

“Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL yang over dimension dan over load itu yang membuat jalan rusak,” ujarnya.

Petugas Lapangan Pantau Kondisi Jalan Rutin

Menurut Dody, petugas di lapangan terus memantau jalur nasional secara berkala. Satu penilik jalan biasanya menangani sekitar 10 hingga 25 kilometer ruas jalan, tergantung pada tanggung jawabnya. Mereka melakukan pemeriksaan harian untuk mendeteksi kerusakan dan mempercepat respons di lapangan.

Perbaikan Jembatan Fokus pada Sambungan

Dody juga menyoroti kondisi jembatan, khususnya bagian sambungan atau expansion joint. Ia mengungkapkan, kerusakan pada area ini berpotensi mengancam keselamatan pengguna, terutama pengendara sepeda motor.

“Jembatan-jembatan itu expansion joint-nya sudah melebar. Mobil mungkin hanya merasa tidak nyaman, tapi motor bisa terjatuh,” katanya.

Untuk itu, Kementerian PU meminta seluruh balai jalan fokus pada perbaikan expansion joint. Dody menyebut, standar jalan nasional akan ditingkatkan agar aman bagi semua jenis kendaraan, termasuk sepeda motor.

Upaya Pemeliharaan Sebelum Arus Mudik 2026

Sebelumnya, Kementerian PU menetapkan pemeliharaan jalan berlubang di Pantura sebagai prioritas menjelang arus mudik Lebaran 2026. Tujuannya adalah menjaga kondisi jalan bebas lubang sebelum puncak liburan. Dalam periode tersebut, jumlah lubang berhasil dikurangi dari 7.000 titik menjadi sekitar 2.500 titik per 2 Maret 2026.

Langkah lanjutan yang diambil meliputi pelapisan ulang dan peningkatan konstruksi di titik kritis, untuk memperpanjang masa pakai jalan. Dody mengatakan, upaya ini bertujuan menjaga kualitas infrastruktur secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *