Key Discussion: BKSDA Maluku perkuat pengawasan peredaran satwa liar dengan anjing K9

BKSDA Maluku perkuat pengawasan peredaran satwa liar dengan anjing K9

Secara bersamaan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program melakukan evaluasi penerapan anjing deteksi (K9) di Kota Ambon, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap perdagangan satwa liar secara ilegal. Kegiatan ini dilaksanakan di sebuah hotel di Ambon, Jumat, dengan melibatkan beberapa pihak terkait.

“Implementasi K9 dinilai mampu memperkuat deteksi peredaran satwa liar yang selama ini sulit diidentifikasi dengan metode konvensional,” ujar Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Denny Soewarlan.

Langkah tersebut bertujuan memperketat pemeriksaan di titik-titik strategis, terutama di kawasan pelabuhan. Denny menyatakan, K9 diharapkan menjadi pendamping penting dalam mencegah penyelundupan satwa liar yang sering luput dari pengawasan rutin.

Kegiatan ini melibatkan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku, Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Pelni Cabang Ambon. Diskusi dalam forum tersebut menghasilkan rencana operasional dan strategi penempatan unit K9 untuk memperkuat pengawasan.

“Implementasi K9 diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan, terutama dalam mendeteksi peredaran satwa liar yang kerap tidak terjangkau oleh pemeriksaan biasa,” tambahnya.

Sejumlah instansi terlibat menyatakan komitmen untuk mendukung penerapan anjing deteksi secara berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperketat pengawasan, tetapi juga memberikan efek jera kepada pelaku perdagangan ilegal satwa liar di wilayah Maluku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *