Historic Moment: Bos Netflix Beber Hikmah Batal Beli Warner Bros Selain Dapat Rp47 T
Bos Netflix Beber Hikmah Batal Beli Warner Bros Selain Dapat Rp47 T
Kegagalan dalam Usaha Akuisisi Warner Bros. Discovery
Pemimpin Netflix mengakui bahwa kegagalan dalam upaya akuisisi Warner Bros. Discovery memang mengecewakan. Namun, perusahaan tersebut menemukan manfaat spesifik dari pengalaman ini, selain mendapatkan kompensasi finansial dari Paramount senilai Rp47 triliun. Ted Sarandos, salah satu CEO Netflix, menjelaskan bahwa proses ini membantu memperkuat kemampuan mereka dalam strategi akuisisi dan menguji disiplin tim dalam mengambil keputusan besar.
Langkah menarik balik penawaran tunai senilai US$83 miliar untuk membeli aset Warner Bros. Discovery terjadi setelah Paramount Skydance, yang dikelola David Ellison, meningkatkan penawaran akuisisi paksa menjadi US$31 per saham. Dengan keputusan ini, Paramount berhasil mengambil alih perusahaan, yang sebelumnya bersaing dengan Netflix. Selain itu, perusahaan juga terpaksa membayar Netflix sebesar US$2,8 miliar karena mengalami kekalahan dalam negosiasi.
“Manfaat terpenting dari seluruh proses ini… adalah kami menguji disiplin investasi kami dan ketika biaya kesepakatan ini meningkat melebihi nilai bisnis, kami bersedia mengesampingkan emosi dan ego untuk mundur,” ujar Sarandos dalam wawancara pendapatan kuartal pertama Netflix tahun 2026, seperti dilaporkan Variety pada Kamis (16/4).
Netflix awalnya setuju membayar tunai penuh studio WBD dan bisnis HBO Max sebesar US$27,75 per saham. Kesepakatan itu menempatkan nilai perusahaan pada US$82,7 miliar atau setara Rp1.402 triliun (US$1=Rp16.954). Namun, setelah penawaran Paramount meningkat, Netflix memutuskan untuk menghentikan pembelian tersebut. Sarandos menyebutkan bahwa keputusan ini menguji kemampuan tim untuk memegang tekad dalam situasi sulit.
“Sekarang kami bergerak maju, dan kami bergerak maju dengan US$2,8 miliar di kantong yang tidak kami miliki beberapa minggu yang lalu,” kata CFO Spence Neumann dalam konferensi investor pada 4 Maret.
Keluar dari kesepakatan itu membuat Netflix menegaskan identitas mereka sebagai “pembangun dan bukan pembeli.” Sarandos mengakui ada pertanyaan dari dalam dan luar perusahaan tentang kemampuan Netflix dalam menyelesaikan transaksi besar. Namun, ia menekankan bahwa tim mereka terbukti lebih dari cukup kompeten. “Kami telah belajar banyak tentang eksekusi kesepakatan dan integrasi awal. Kami sangat bangga dengan hasil kerja mereka,” pungkas Sarandos.