Main Agenda: Sorak-sorai Warga Sambut Gencatan Senjata Israel dan Lebanon
Sorak-sorai Warga Sambut Gencatan Senjata Israel dan Lebanon
Pada Jumat (17/4), langit Beirut terangkat oleh pesta kembang api yang menggambarkan antusiasme warga terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan tersebut ditandatangani setelah pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Gencatan senjata berlaku selama 10 hari, membuka ruang bagi dialog yang lebih intensif antara kedua belah pihak. Netanyahu menegaskan bahwa Israel masih menuntut dua kondisi utama, yaitu pelucutan senjata oleh Hizbullah serta perjanjian perdamaian abadi yang ‘berdasarkan kekuatan’. Kedua syarat ini dianggap sebagai dasar utama bagi keberlanjutan perdamaian.
“Israel tetap mempertahankan dua syarat, yakni pelucutan senjata Hizbullah serta perjanjian perdamaian abadi ‘berdasarkan kekuatan’.”
Dalam kesepakatan ini, Israel juga menjanjikan penjagaan zona keamanan seluas 10 kilometer di sepanjang perbatasan selatan Lebanon. Zona tersebut diharapkan menjadi jaminan untuk mencegah eskalasi konflik di masa depan. Meski demikian, warga Beirut tetap berharap gencatan senjata ini dapat membawa kestabilan jangka panjang.