Kejayaan Raksasa China Mulai Runtuh di 2026 – Ini Buktinya

Kejayaan Raksasa China Mulai Runtuh di 2026, Ini Buktinya

Di tengah upaya memperkuat kemandirian teknologi, Huawei sempat diharapkan menjadi penopang utama Tiongkok dalam pengembangan chip kecerdasan buatan (AI). Namun, kenyataannya memperlihatkan perusahaan ini belum sepenuhnya mampu menggantikan dominasi Nvidia dari Amerika Serikatan. Dengan larangan penggunaan chip Nvidia di China, Huawei berusaha memanfaatkan peluang melalui produk Ascend yang dikembangkan secara internal. Pemerintah Tiongkok juga aktif mendorong perusahaan lokal untuk beralih ke solusi domestik, mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Menurut laporan terbaru, pendapatan Huawei dalam sektor komputasi cloud mengalami penurunan 3,5% pada 2025, mencapai 32,16 miliar yuan (Rp79,3 triliun). Hal ini terjadi meski sektor infrastruktur TIK mengalami pertumbuhan yang melambat, dari 4,9% di 2024 ke 2,6% di tahun sebelumnya. Total pendapatan TIK pada 2025 mencapai 375,01 miliar yuan (Rp925,5 triliun), namun pertumbuhan tidak sepesat pesaing seperti ByteDance.

“Pendapatan komputasi cloud dari pelanggan eksternal turun 3,5% menjadi 32,16 miliar yuan (Rp79,3 triliun) pada 2025,” demikian dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, ByteDance—perusahaan induk TikTok—mencatatkan peningkatan signifikan dalam bisnis cloud AI. Meski dimulai dari basis yang relatif kecil, perusahaan ini secara perlahan mengembangkan kekuatan AI. Salah satu langkahnya adalah memperluas akses ke chip kelas atas Nvidia untuk pusat data di Malaysia. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Alibaba untuk memesan chip AI baru dari Huawei, meski belum memberi komentar secara langsung.

Kebuntuan Teknologi dan Perang Kekuatan AI

Hubungan AS-China yang menegangkan memaksa kedua negara menerapkan kebijakan sendiri dalam penggunaan chip. AS membatasi akses chip Nvidia kepada perusahaan Tiongkok, sementara Beijing berupaya mempercepat pengembangan teknologi lokal. Meski begitu, perangkat AI yang dikembangkan Amerika Serikatan masih dianggap lebih unggul secara global, menurut laporan Reuters.

Di tengah kompetisi sengit, Huawei belum mampu menyaingi dominasi Nvidia dalam pasar chip AI. Dukungan pemerintah dan investasi besar telah diarahkan ke sektor ini, tetapi hasilnya belum terlihat secara signifikan. Pemimpin bisnis cloud seperti ByteDance menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, memperlihatkan pergeseran kekuasaan teknologi di dunia digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *