Key Discussion: Iran Bantah Klaim “Debu Nuklir” Trump, Uranium Tak Akan Dipindahkan
Iran Bantah Klaim “Debu Nuklir” Trump, Uranium Tak Akan Dipindahkan
Ketegangan antara AS dan Iran kembali memuncak setelah pernyataan saling bertentangan tentang masa depan uranium Iran terungkap. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa klaim Presiden Donald Trump mengenai siapnya Teheran menyerahkan cadangan uranium diperkaya tidak benar. Menurut juru bicara kementerian, Esmaeil Baqaei, uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun.
“Pemindahan uranium diperkaya Iran ke Amerika Serikat belum pernah dibahas dalam negosiasi,” ujarnya dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah pada Jumat (17/4/2026).
Trump, melalui platform Truth Social, menulis pada hari yang sama: “AS akan mengumpulkan semua ‘debu nuklir’ yang dihasilkan oleh pengebom B2 kami,” merujuk pada uranium yang katanya tertimbun akibat serangan udara AS tahun lalu. Namun, Iran menekankan bahwa fokus perundingan saat ini lebih luas, mencakup upaya mengakhiri perang daripada hanya isu nuklir.
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan media Axios menyebutkan Washington dan Teheran sedang membahas rencana pemberian dana sebesar US$20 miliar yang dibekukan. Namun, Iran masih menyimpan cadangan uranium dalam jumlah besar, termasuk yang diperkaya hingga 60%—mendekati ambang 90% untuk senjata nuklir—serta uranium dengan tingkat 20%.
Sebelum serangan AS pada Juni 2025, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan pengayaan 60%, jauh di atas batas 3,67% yang diatur dalam Kesepakatan Nuklir 2015 yang ditinggalkan AS. Iran menyoroti bahwa isu sanksi dan kompensasi kerusakan akibat perang menjadi prioritas utama dalam pembicaraan terbaru.