Tangis haru iringi pemakaman Fauzi Orbanta korban helikopter jatuh
Tangis haru iringi pemakaman Fauzi Orbanta korban helikopter jatuh
Kota Jambi – Air mata mengalir deras saat upacara pemakaman berlangsung untuk Fauzi Orbanta, warga Jambi yang menjadi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis (16/4). Jenazah almarhum disalatkan di Masjid Baitul Insyirah, yang berada di satu kompleks perumahan tempat ia tinggal, setelah Zuhur, lalu dibawa ke TPU Pusara Agung untuk dikebumikan.
“Saya sudah lima tahun menjadi marbut masjid ini, kadang kalau pas tidak dinas keluar daerah almarhum sering shalat berjamaah di sini (Baitul Insyirah),” ungkap Syahid Husein, petugas operasional Masjid Baitul Insyirah di Jambi.
Kerabat dekat sekaligus mantan bawahan Fauzi, Amri Tarigan, menyatakan almarhum merupakan sosok yang penuh kasih sayang serta mampu memimpin dengan penuh empati. “Ia (almarhum) selalu bersikap dewasa dan mengayomi layaknya sebagai orang tua,” kata Amri.
Pada hari ini, seluruh korban kecelakaan diangkut ke kota kelahiran masing-masing. Satu dari delapan jenazah, Fauzi Orbanta, tiba di Jambi pukul 10.10 WIB melalui penerbangan Batik Air (BTK6804). Daftar nama korban meliputi Marindra Wibowo (Surabaya), Harun Arasyid (Jakarta), Patrick Kee Chuan Peng (Kuala Lumpur), Tan Keng Liam (Jakarta), Sugito Karuna (Medan), Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo (Yogya), dan Charles L (Melawi, Kalbar).
Sebelumnya, helikopter dilaporkan kehilangan kontak saat terbang dari area perkebunan sawit menuju lokasi yang tergabung dalam satu kelompok perusahaan. Berdasarkan data kronologis, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB. Kemudian, kehilangan sinyal pada pukul 08.39 WIB selama penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Pada pukul 15.25 WIB di hari yang sama, serpihan ekor helikopter PK-CFX ditemukan di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.