New Policy: Pramuka bersama HKTI bangun kekuatan pangan lewat tanam kedelai

Pramuka bersama HKTI bangun kekuatan pangan lewat tanam kedelai

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berkolaborasi dalam meningkatkan ketersediaan pangan nasional melalui inisiatif penanaman kedelai. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor, mengingat kedelai saat ini masih menjadi komoditas utama yang diimpor dari Amerika Serikat.

“Pada hari ini, kami melakukan panen pertama kedelai yang ditanam di lahan demplot Buperta Cibubur dengan luas 5 hektare. Hasilnya mencapai 2 hingga 3 ton per hektare,” ujar Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI Purn Bachtiar, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Bachtiar, hasil panen ini akan dijadikan bibit yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian. Pihaknya juga telah menanam kedelai di dua wilayah lain, yakni 200 hektare di Lebak dan 150 hektare di Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya memperluas produksi.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dyah Susilokarti menargetkan penurunan impor kedelai secara bertahap hingga 2029. Saat ini, pihaknya memiliki lahan seluas 37.500 hektare yang ditanami kedelai, namun kebutuhan benih masih kurang.

“Program ini berperan penting dalam mendukung bibit berkualitas. Petani diminta menanam secara baik agar hasil yang diperoleh juga maksimal,” kata Dyah.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Kelompok Petani Pinggir Buperta (KPPB) untuk menyiapkan lahan dan bibit. Selain itu, petani mendapatkan bantuan pupuk serta pendampingan teknis. Hasil panen langsung dibeli Kementan untuk memastikan keberlanjutan program.

“Kami merasa terbantu karena ada pembeli yang sudah menunggu hasil panen. Lahan tidak sewa dan bantuan benih serta pupuk membuat kami lebih percaya diri,” tutur Ketua KPPB Maman Amrustam.

Maman mengatakan, ini merupakan kali pertama petani di kelompoknya menanam kedelai. Proses berjalan lancar tanpa hambatan, dan mereka antusias karena bisa langsung memperoleh hasil tanam.

Program ini diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus membantu pemerintah mencapai swasembada kedelai sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *