New Policy: Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

Jakarta, pada hari Rabu (1/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan. Indeks ini ditutup dengan penguatan hampir 2% atau 136,22 poin, mencapai level 7.184,44. Dari segi saham, 494 lantai mengalami kenaikan, 224 mengalami penurunan, dan 240 tetap stabil. Transaksi pasar hari ini tercatat mengalami lonjakan, meski belum mencapai rata-rata transaksi harian awal tahun. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga naik menjadi Rp 12.650 triliun.

Penguatan di Berbagai Sektor

Menurut data Refinitiv, semua sektor saham tercatat dalam zona hijau. Sector utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer menjadi pendorong utama, masing-masing mengalami kenaikan sebesar 4%, 3,66%, dan 3,09%. Beberapa saham konglomerat juga berkontribusi pada kenaikan IHSG, di antaranya Impack Pratama (IMPC) yang melonjak 21,6% dan menyumbang 10,17 poin. Telkom (TLKM) menambah 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, serta Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin.

Kenaikan Pasar Asia-Pasifik

Di kawasan Asia-Pasifik, pasar keuangan juga mengalami peningkatan. Kospi di Korea Selatan melonjak 8,44%, Nikkei di Jepang naik 5,24%, sementara ASX200 di Australia dan Hang Seng di Hong Kong masing-masing terangkat 2,24% dan 2,04%.

Perubahan Kebijakan Domestik

Dalam upaya mengantisipasi dampak perang di Timur Tengah, pemerintah Indonesia telah merilis delapan poin kebijakan. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi tekanan harga energi global yang mengganggu stabilitas ekonomi. Contohnya adalah pemberlakuan kerja jarak jauh (WFH) satu hari seminggu untuk pegawai negeri sipil (ASN), penghematan bahan bakar minyak (BBM), serta refocusing anggaran.

Presiden AS Beri Pernyataan Pemutusan Perang

“Kami akan meninggalkan Iran ‘segera’, mungkin dalam ‘dua minggu, mungkin tiga minggu’,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval. “Namun, kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini. Tujuan kami adalah menghancurkan segala hal yang mereka miliki. Ada kemungkinan kita akan membuat kesepakatan sebelum itu.”

Menurut Trump, jalur pelayaran minyak Selat Hormuz akan menjadi tanggung jawab negara lain untuk dijaga. Hal ini membantu meringankan tekanan pasar yang sebelumnya tertahan akibat ketegangan geopolitik.

Kontak Diplomatik Iran dengan AS

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu (01/04/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya pertukaran pesan dengan AS, baik langsung maupun melalui negara-negara di kawasan. Namun, ia menegaskan bahwa kontak ini tidak berarti Teheran sedang masuk ke dalam negosiasi formal dengan Washington.

“Saya menerima pesan dari utusan khusus AS Steve Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya. Ini tidak berarti kami sedang dalam negosiasi,” jelas Araghchi.

Kebijakan domestik ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Seoul pada Selasa (30/3/2026). Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari “8 Butir Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi Pemerintah.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pada Selasa (31/3/2026) bahwa harga BBM non-subsidi belum dinaikkan per 1 April 2026. Pasokan energi domestik dijamin aman, meski gejolak harga global karena konflik masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *