Key Strategy: Rinjani menyulam langkah wisatawan
Rinjani menyulam langkah wisatawan
Wilayah Sembalun, Lombok Timur, NTB, tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal setiap musim libur. Contohnya, selama libur Lebaran 2026, lokasi ini dipenuhi pengunjung dari berbagai kota seperti Jakarta, Bali, dan Sumbawa. Bahkan, penginapan serta tempat wisata populer seperti Bukit Pergasingan dan Bukit Anak Dara telah mencapai kapasitas penuh sejak 21 Maret. Beberapa penginapan bahkan mencatatkan tingkat hunian 100% selama tujuh hari berturut-turut.
Peningkatan jumlah pengunjung tak hanya mencerminkan keinginan masyarakat untuk berlibur ke alam terbuka, tetapi juga menegaskan Sembalun sebagai destinasi utama di NTB. Menurut para pelaku usaha lokal, kenaikan kunjungan berdampak langsung pada perekonomian setempat. Harga paket penginapan berkisar antara Rp250.000 hingga Rp550.000, sementara pengembangan restoran dengan makanan khas daerah diperkirakan meningkatkan daya tarik Sembalun sebagai tempat rekreasi keluarga.
“Lonjakan kunjungan sangat positif bagi perekonomian lokal,” ujar salah satu pelaku usaha setempat.
Tetapi, keberhasilan ini juga membawa tantangan. Jalanan yang dipadati sepeda listrik dan skuter masih minim cahaya, yang berpotensi memengaruhi keselamatan wisatawan. Dengan demikian, pengembangan pariwisata harus diimbangi penataan fisik wilayah agar pengalaman pengunjung tetap nyaman.
Meski demikian, wisatawan mancanegara mengalami penurunan jumlah. Hal ini dipengaruhi oleh konflik global, terutama eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengelola lokal untuk fokus pada pasar dalam negeri. Kebutuhan akan pengalaman wisata yang berbasis komunitas semakin meningkat, seperti pembangunan wahana anak, kereta gantung, dan fasilitas hiburan lainnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kepuasan pengunjung, tetapi juga mendorong loyalitas kunjungan di masa depan.