Key Strategy: Jakarta Basmi Ikan Sapu-Sapu, AS- Australia Perang Melawan Tikus

Jakarta Basmi Ikan Sapu-Sapu, AS dan Australia Perang Melawan Tikus

Dalam upaya memulihkan ekosistem di sejumlah daerah, beberapa pemerintah mengambil langkah tegas dengan mengendalikan hewan invasif. Pemerintah Provinsi Jakarta, misalnya, baru saja melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu massal di perairan ibu kota. Pada Jumat lalu, sekitar 6,9 ton spesies ini berhasil diangkat dari sungai serta waduk. Tujuan operasi ini adalah untuk menjaga keseimbangan lingkungan, karena ikan sapu-sapu diketahui mempercepat penurunan populasi ikan lokal.

Ikan sapu-sapu dikenal tahan terhadap polusi dan berkembang biak dengan cepat, sehingga kerap menguasai habitat alami. Dominasi spesies ini memicu gangguan terhadap ekosistem, memaksa pemerintah melakukan tindakan radikal. Selain operasi penangkapan, upaya pemulihan juga mencakup perbaikan kualitas air dan pengawasan pelepasan organisme asing. Pemprov Jakarta berharap kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan warga bisa mempercepat perbaikan ekosistem.

Kebijakan Global: AS dan Australia Berhasil Eradikasi Tikus

Sejumlah negara lain, termasuk AS dan Australia, telah mengambil langkah serupa untuk mengatasi hama tikus. Kawasan Pasifik menjadi contoh nyata, terutama di Wake Atoll. Setelah program pembasmian tikus invasif diluncurkan di akhir 2024, hasilnya signifikan. Populasi tikus yang sebelumnya melebihi rasio 1.000 banding 1 terhadap manusia berhasil dikurangi, seiring kemunculan kembali spesies asli seperti burung laut.

Tikus invasif sering menjadi ancaman utama bagi ekosistem, terutama dengan memangsa telur dan anak burung. Untuk menghadapi tantangan ini, kolaborasi antara Island Conservation, USDA, dan militer AS dibentuk. Operasi di Wake Atoll menghadapi rintangan seperti lokasi terpencil, cuaca ekstrem, dan infrastruktur sensitif. Meski demikian, dalam satu tahun setelah program dimulai, pemulihan ekosistem terjadi lebih cepat dari ekspektasi.

Rehabilitasi Ekosistem di Wake Atoll dan South Georgia

Di Wake Atoll, hasil yang terlihat jelas adalah kembalinya 16 spesies burung laut, termasuk Laysan Albatross dan Wedge-tailed Shearwater. Populasi kepiting pertapa, tokek, laba-laba, serta ngengat juga meningkat drastis. Perubahan ini menunjukkan bahwa penghilangan tekanan predator membuka ruang bagi regenerasi ekosistem. Dampaknya, lingkungan pulau jadi lebih aman dan sehat, menurunkan risiko penyakit.

Keberhasilan di Wake Atoll menjadi bahan pembelajaran bagi pulau-pulau terpencil lainnya. Contoh nyata adalah South Georgia, yang pada 18 Mei 2018 resmi diumumkan bebas tikus dan mencit. Proyek eradikasi ini dilakukan dalam tiga tahap, sejak 2011 hingga 2015. Hama tikus sebelumnya merusak hampir dua pertiga garis pantai, mengancam keberlanjutan populasi burung laut. Pemulihan ekosistem di sini memberi harapan bagi daerah yang terganggu serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *