Special Plan: Menkomdigi ingatkan pembangunan jaringan harus berdampak untuk publik

Menkomdigi: Pembangunan Jaringan Digital Harus Berdampak pada Masyarakat

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid menegaskan bahwa proyek pengembangan jaringan digital harus diiringi manfaat nyata bagi layanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan jaringan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan akses internet, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi teknologi tersebut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam pidatonya di acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Meutya menyampaikan bahwa masyarakat dari berbagai sektor seperti sekolah, puskesmas, TNI, dan industri berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan konektivitas yang optimal. “Kerja sama dari berbagai elemen masyarakat membuat langkah pemerintah lebih mudah terwujud,” ujarnya.

“Konektivitas digital harus menjadi bagian integral dari layanan publik, bukan sekadar pembangunan infrastruktur,” tegas Meutya.

Menkominfo menekankan bahwa keberhasilan proyek ini terukur dari manfaat yang dirasakan warga sehari-hari. Contohnya, siswa dapat memperoleh materi pembelajaran lebih luas lagi, sementara tenaga medis bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat. Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan layanan publik terus berkembang dalam ruang digital.

Contoh Perluasan Layanan ke Ruang Digital

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menyebutkan layanan PANDAWA BPJS Kesehatan sebagai salah satu inisiatif yang menunjukkan perluasan akses digital. Pelayanan administrasi 24 jam melalui WhatsApp menjadi bukti bahwa layanan publik mulai mengikuti perkembangan masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi. “Kita yang harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya,” tambahnya.

Sementara itu, data riset menunjukkan bahwa 80,66 persen penduduk Indonesia atau sekitar 230 juta jiwa sudah terhubung ke internet. Mayoritas dari jumlah tersebut menggunakan layanan komunikasi berbasis pesan (chat) dalam aktivitas sehari-hari. Meutya berharap kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat bisa terus ditingkatkan untuk menjaga kualitas jaringan digital nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *