Trump Ancam Rebut Uranium Iran Secara ‘Paksa’ jika Negosiasi Mentok

Trump Ancam Rebut Uranium Iran Secara ‘Paksa’ jika Negosiasi Mentok

Threat to Seize Iran’s Uranium

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan ancaman untuk memulangkan uranium Iran secara paksa jika proses negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Menurutnya, tindakan ini akan dilakukan bersama Iran, dengan rencana mengambil uranium tersebut dan membawanya kembali ke tanah air. Trump menekankan bahwa jika tidak dilakukan, hasilnya akan jauh lebih tidak menguntungkan.

“Kita akan masuk bersama Iran, dan kita akan mengambilnya (uranium) bersama-sama, serta membawanya kembali ke AS,” ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Anadolu Agency.

“Jika kita tidak melakukan itu, kita akan mendapatkannya dalam bentuk yang berbeda, bentuk yang jauh lebih tidak ramah,” tambah Trump.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menolak kemungkinan Iran mengenakan tarif pada kapal yang melewati Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa pengenakan pungutan tersebut tidak akan terjadi, dengan alasan bahwa Iran tidak bisa menerapkan kebijakan itu.

“Pembatasannya adalah Anda tidak dapat memberlakukan pungutan tol. Tidak akan ada pungutan tol,” ujarnya.

Context of Ceasefire Agreements

Pernyataan Trump muncul di tengah pengambilan keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata. Gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir pada Rabu pekan depan, sementara negosiasi antara Israel dan Lebanon menyetujui gencatan senjata 10 hari yang dimulai sejak Kamis (16/4) lalu.

Ketika ditanya tentang perpanjangan gencatan senjata atau peluncuran serangan baru ke Iran jika tidak ada kesepakatan, Trump mengisyaratkan kemungkinan menghentikan peluncuran bom. “Mungkin, saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade tetap berlaku. Dan sayangnya, kita harus mulai menjatuhkan bom lagi,” katanya.

Iran’s Response

Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa uranium yang diperkaya tidak akan dipindahkan ke mana pun, termasuk ke AS. “Uranium Teheran tidak akan ditransfer ke tanah air, tidak akan ada pilihan untuk mengirimkannya ke sana,” jelas Baghaei.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *