Komnas HAM: Operasi TPNPB-OPM Sebabkan Korban Jiwa Warga Sipil Langgar HAM
Komnas HAM: Operasi TPNPB-OPM Menyebabkan Kematian Warga Sipil dan Dilanggar HAM
Komnas HAM mengkritik operasi yang dilakukan TNI terhadap kelompok TPNPB-OPM di Kabupaten Puncak, Papua, yang berujung pada kematian 12 orang warga sipil. Organisasi tersebut menyatakan insiden tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).
“Komnas HAM mempertanyakan operasi penindakan TPNPB-OPM yang mengakibatkan korban warga sipil,” ujar Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam pernyataannya, Sabtu (18/4/2026).
Anis menegaskan bahwa setiap tindakan serangan terhadap warga sipil, baik dalam kondisi perang maupun damai, harus dianggap sebagai pelanggaran HAM dan Hukum Humaniter Internasional. Hal ini menimbulkan dampak terhadap hak untuk hidup dan rasa aman mereka.
“Dalam perspektif HAM, warga sipil, terutama yang rentan, wajib mendapat perlindungan maksimal dari semua pihak, khususnya negara,” tambahnya.
Komnas HAM juga meminta aparat keamanan dan kelompok TPNPB-OPM untuk menjaga ketenangan, mencegah terciptanya kecemasan dan stigma terhadap warga sipil. Mereka berharap setiap proses hukum dan penegakan keamanan dilakukan secara profesional dan terukur.
Dalam upaya pemulihan, Komnas HAM mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengembalikan kondisi korban, termasuk aspek kesehatan dan psikologis. Mereka juga menekankan bahwa warga sipil yang terdampak tidak boleh dipaksa mengungsi hanya karena alasan keamanan.
Klarifikasi TNI
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, memberikan penjelasan terkait laporan tentang kematian anak di Papua. Menurut dia, terjadi dua peristiwa yang berbeda pada 14 April 2026.
“Kedua insiden terjadi di lokasi berbeda, waktu berbeda, dan tidak memiliki hubungan langsung. TNI juga tidak melakukan patroli di Kampung Jigiunggi saat kejadian,” tuturnya.
Dalam peristiwa pertama, pasukan TNI berada di Kampung Kembru, Papua, saat menghadapi kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM. Laporan masyarakat menyebutkan kelompok tersebut berada di wilayah tersebut, sehingga memicu operasi oleh prajurit.
“Tim TNI mendapat tembakan dari kelompok bersenjata, sehingga terjadi pertukaran tembakan. Empat anggota OPM berhasil tewas dalam peristiwa ini,” jelasnya.
Di Kampung Jigiunggi, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kampung Kembru, TNI menerima laporan tentang kematian seorang anak akibat luka tembak. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.