Historic Moment: Lamine Yamal soal Chant Anti-Islam di Spanyol vs Mesir: Saya Muslim
Lamine Yamal Berbicara Soal Nyanyian Anti-Islam Saat Pertandingan Spanyol Kontra Mesir
Dalam laga uji coba antara tim nasional Spanyol dan Mesir di Stadion RCDE, Rabu (1/4) dini hari WIB, terdengar suara penonton tuan rumah yang menyanyikan nyanyian bernada anti-Islam. Nyanyian itu, “yang tidak melompat adalah Muslim,” disebut oleh pemain Barcelona, Lamine Yamal, sebagai bentuk kebencian yang tidak sopan. Yamal, yang merupakan seorang Muslim, menegaskan sikapnya dan mengecam tindakan rasis tersebut.
Peristiwa Dianggap sebagai Tindakan Rasialisme
Kampanye agama dalam olahraga jadi sorotan karena bisa menyinggung dan merendahkan. Yamal menyebut nyanyian dari suporter Spanyol itu tidak sepantasnya dijadikan alat untuk menyerang. Meski memahami maksud mereka, ia menganggap tindakan itu kurang beradab. “Sepak bola adalah bentuk hiburan, bukan untuk menghina orang karena keyakinannya,” tulis pemain berusia 13 tahun ini.
“Pertandingan kemarin menyajikan nyanyian ‘yang tidak melompat adalah Muslim’ yang ditujukan pada tim lawan. Saya tahu itu bukan serangan pribadi terhadap diri saya, tapi tetap saja tidak sopan,” kata Yamal dalam unggahannya di Instagram, Rabu (1/4).
“Meski tidak semua suporter begitu, mereka yang menyanyikan nyanyian itu menggunakan agama sebagai bahan ejekan. Hal itu membuat siapa pun menjadi orang yang kurang beradab dan rasis,” tambahnya.
Yamal juga mengapresiasi kehadiran suporter yang mendukung pertandingan. Ia berharap tindakan serupa tidak terulang lagi di masa depan. “Sampai jumpa di Piala Dunia,” tutupnya dengan harapan untuk kompetisi internasional yang lebih inklusif.