Main Agenda: Gubernur Koster Resmikan Gedung MUI Bali, Jadi Pusat Pelayanan Umat Muslim

Gubernur Koster Luncurkan Gedung MUI Bali, Sebagai Sentra Layanan Umat Muslim

Pada hari Sabtu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Denpasar. Gedung ini dirancang untuk menjadi pusat layanan yang optimal bagi seluruh umat Muslim di Pulau Dewata. Lokasi strategisnya berada di Jalan Pura Banyu Kuning Padangsambian, Denpasar Barat, yang diharapkan dapat memudahkan akses ke berbagai fasilitas keagamaan.

Proyek Kolaboratif Pemerintah dan Umat

Gedung megah ini terwujud melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan kontribusi dana dari komunitas Muslim. Kontribusi provinsi mencapai Rp1,5 miliar, sedangkan sisanya berasal dari sumbangan masyarakat. Koster menegaskan bahwa pembangunan merupakan bukti komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan dan sosial.

Dengan mengucapkan om awighnam astu namo siddham, Gubernur Koster menyatakan gedung MUI Bali kini resmi dibuka dan siap beroperasi penuh.

Dari Peletakan Batu Pertama ke Puncak Realisasi

Proyek dimulai pada tahun 2019 dengan peletakan batu pertama oleh Koster. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan hambatan dalam pengerjaan. Meski demikian, semangat penggerak tetap terjaga, sehingga pembangunan bisa dilanjutkan pada 2025. Total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp3,6 miliar, termasuk kontribusi dari umat Muslim yang menunjukkan kekuatan solidaritas.

Pelantikan dan Harapan Masa Depan

Ketua Umum MUI Bali, Mahrusun Hadyono, mengapresiasi dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa gedung ini akan berfungsi sebagai tempat pelayanan umat serta pusat kegiatan keagamaan. Mahrusun menyatakan kebanggaannya meskipun proyek belum 100 persen selesai, dan berharap gedung ini menjadi pemicu semangat bagi MUI di tingkat kabupaten/kota.

Ia menekankan bahwa Gedung MUI Bali ini akan berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi umat dan masyarakat luas. Siapapun yang membutuhkan bantuan dari MUI Provinsi Bali akan disambut dengan baik.

Struktur Gedung dan Fungsi Utama

Gedung berlantai tiga dirancang untuk mengakomodasi berbagai fungsi penting. Lantai pertama akan digunakan sebagai tempat ibadah dan ruang acara keagamaan, sedangkan lantai kedua sebagai area kerja. Fasilitas ini diharapkan memperkuat kerukunan antarumat beragama dan mendorong kemajuan komunitas Muslim di Bali.

Komitmen dan Kontribusi

Ketua Pembangunan Gedung MUI Bali, Ekky Rezal, menjelaskan bahwa gagasan awal berasal dari KH. Hasan Ali, yang menginisiasi pembebasan lahan. Proses pengerjaan yang panjang menunjukkan dedikasi tinggi dari berbagai pihak. Dukungan Gubernur Koster yang luar biasa, termasuk bantuan furnitur dan AC, menjadi faktor kunci dalam kesuksesan proyek ini.

Ekky Rezal menyebut perhatian Gubernur Koster sangat luar biasa, bahkan akan membantu pengadaan furnitur dan AC.

Gedung MUI Bali dianggap sebagai simbol persatuan umat Muslim dan harapan positif bagi kepemimpinan Koster. Proyek ini juga membuka peluang bagi daerah lain seperti Jembrana dan Buleleng yang sedang merencanakan gedung serupa. Koster berharap gedung ini bisa menjadi wahana untuk menjaga harmoni beragama dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *