Topics Covered: G7 sepakat kurangi ketergantungan mineral kritis pada China
G7 sepakat kurangi ketergantungan mineral kritis pada China
Pertemuan di Washington fokus pada diversifikasi rantai pasok
Pertemuan Menteri keuangan kelompok G7 di Washington, D.C., menyoroti upaya meningkatkan kerja sama dengan negara-negara kaya sumber daya dan bank pembangunan multilateral. Tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan global terhadap mineral kritis yang dihasilkan China.
Kolaborasi dengan produsen global diperkuat
Kesepakatan tersebut mencakup negara-negara mitra seperti Indonesia, India, Australia, dan Argentina. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa fokusnya adalah memastikan pasokan mineral dapat diperoleh dari berbagai sumber.
“Penguatan rantai pasok mineral kritis adalah langkah penting. Pasokan yang aman dari negara-negara berbeda memberi manfaat bersama,” kata Katayama.
Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh pimpinan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), inisiatif ini dirancang untuk mendiversifikasi cadangan mineral dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu negara.
Pendekatan Prancis lebih berfokus pada manfaat ekonomi
Seorang pejabat Jepang menyebut bahwa pendekatan Prancis dinilai lebih realistis dibandingkan usulan AS tentang pembentukan ‘zona perdagangan preferensial’. Pendekatan ini menekankan proyek yang saling menguntungkan bagi semua pihak.
“Potensi kolaborasi ini menciptakan peluang bisnis baru, serta pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” tambah Katayama.
China saat ini menambang sekitar 70 persen logam tanah jarang global, dengan 90 persen di antaranya sudah dimurnikan. Mineral tersebut menjadi komponen vital dalam industri teknologi tinggi.
“Ketergantungan pada China bisa dimanfaatkan sebagai senjata. Kami harus mengurangi risiko ini dengan strategi yang lebih tegas,” ujar Katayama.