Key Discussion: Anak Orang Penting Hidup Melarat, Ogah Jual Nama Ortu Untuk Sukses

Anak Orang Penting Hidup Melarat, Ogah Jual Nama Ortu Untuk Sukses

Di tengah munculnya anak-anak pejabat yang sering meraih kesuksesan berkat reputasi orang tua, kisah hidup Soesalit justru berjalan berlawanan. Ia memilih meniti karier tanpa mengorbankan nama besar keluarga. Meski demikian, ia rela hidup dalam keterbatasan.

Soesalit lahir dari keluarga terpandang, di mana ayahnya adalah Bupati Rembang, Raden Mas Adipati Ario Djojadiningrat, dan ibunya merupakan tokoh emansipasi perempuan, R.A. Kartini. Memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai pejabat, namun ia menolak kesempatan tersebut, menurut buku Kartini (2024) karya Wardiman Djojonegoro.

Ia memilih jalur hidup yang jauh dari bayang-bayang nama orang tuanya. Tahun 1943, Soesalit bergabung dengan militer. Ia menjalani pelatihan selama masa pendudukan Jepang, lalu menjadi bagian dari Pembela Tanah Air (PETA). Setelah kemerdekaan Indonesia, ia melanjutkan pengabdian di Tentara Keamanan Rakyat.

Karier militernya berkembang pesat. Dalam biografi yang ditulis Sitisoemandari Soeroto, Soesalit aktif dalam berbagai pertempuran melawan Belanda. Perannya di medan perang membuatnya cepat naik jabatan dan dikenal luas di kalangan angkatan bersenjata. Puncak karier terjadi pada 1946, ketika ia dipercaya menjadi Panglima Divisi II Diponegoro, yang bertugas menjaga ibu kota negara di Yogyakarta.

Bahkan di tengah popularitas ibunya, Soesalit tidak pernah memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan pribadi. Sikap ini juga disaksikan langsung oleh Abdul Haris Nasution. Dalam catatannya, Nasution mengungkapkan:

“Dia bisa saja hidup layak dengan mengaku sebagai putra Kartini, tetapi itu tidak dilakukannya.”

Prinsip untuk tidak mendompleng nama besar orang tua dipegang teguh hingga akhir hayatnya. Ia tetap hidup sederhana hingga wafat pada 17 Maret 1962. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kesuksesan tak selalu harus bertumpu pada keistimewaan keluarga, bahkan ketika peluang itu terbuka lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *