Alasan Timur Tengah Kaya Minyak Terjadi Jutaan Tahun Lalu
Alasan Timur Tengah Kaya Minyak Terjadi Jutaan Tahun Lalu
Wilayah Timur Tengah memiliki cadangan minyak yang signifikan, tetapi sebenarnya hanya separuh dari total sumber daya minyak global terletak di sana. Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, dan Irak menjadi penghasil utama minyak bumi, dengan kontribusi sekitar 30% dari produksi dunia. Sementara itu, gas bumi dari wilayah tersebut menyumbang 17% dari total pasokan global. Meski demikian, negara paling besar dalam produksi minyak bumi kini adalah Amerika Serikat, sedangkan Venezuela memiliki cadangan terbesar.
Keunggulan Timur Tengah terletak pada kemudahan akses terhadap cadangan minyaknya. Sumber daya tersebut terbentuk dari sedimen dangkal yang memudahkan ekstraksi. Akibatnya, sekitar 50% dari minyak “yang bisa diambil” di dunia terkonsentrasi di wilayah ini. Minyak yang terbentuk juga lebih mudah diproses karena sifatnya yang ringan dan manis, berbeda dengan minyak dari Venezuela yang terkubur dalam batuan dan bersifat padat serta lengket.
Geologi Pembentukan Minyak
Proses pembentukan minyak di Timur Tengah terkait dengan perairan purba bernama Samudra Tethys. Dulu, wilayah ini adalah lautan yang terkunci antara dua benua raksasa, Gondwana dan Lurasia. Samudra Tethys yang tropis ini dihuni plankton, terumbu karang, ikan, cephalopods, serta reptil laut bernama ichthyosaurs. Ketika pelat tektonik bumi bergeser perlahan, pelat Afrika dan Arab menabrak pelat Eurasia, menyebabkan lautan ini menyusut dan tertutup. Proses tersebut membentuk lapisan sedimen yang menjadi penyimpanan minyak mentah.
Minyak bumi terbentuk dari organisme laut yang terkubur dalam sedimen, dipengaruhi oleh panas, tekanan, dan waktu. Proses ini mengubah energi matahari yang diserap organisme selama ratusan juta tahun menjadi hidrokarbon berbentuk cair dan gas. Wilayah Timur Tengah serta Teluk Persia menjadi salah satu tempat terbentuknya sumber daya ini.
Penemuan Awal Minyak
Sekitar 1908, keberadaan minyak di Timur Tengah diumumkan setelah eksplorasi di daerah Masjid Suleiman, Iran, menghasilkan ladang pertama. Penemuan ini menandai awal eksploitasi sumber daya minyak di wilayah tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Iran mulai memengaruhi pasokan global, sehingga harga minyak terus meningkat.