Key Discussion: Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”

Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma “Macan Kertas”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diberitakan sedang memikirkan langkah untuk mengundurkan diri AS dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sebagai ancaman terbaru terhadap sekutu Washington. Ancaman ini muncul setelah negara-negara Eropa menolak mendukung upaya membuka kembali Selat Hormuz, jalur minyak vital yang dikendalikan Iran. Dalam wawancara dengan The Telegraph, Trump menyebut NATO sebagai “macan kertas” yang tidak layak.

“Masih ada di sana secara otomatis, termasuk Ukraina. Ukraina bukan masalah kami. Itu ujian, dan kami ada untuk mereka, serta akan selalu ada untuk mereka. Mereka tidak ada untuk kami,” ujarnya.

Trump marah karena negara-negara Eropa enggan mengirim kapal perang untuk membantu memperluas akses ke Selat Hormuz, serta menolak menyediakan pangkalan militer bagi AS dalam operasi terhadap Iran. Menurutnya, sikap mereka merupakan pengkhianatan terhadap prinsip pertahanan kolektif yang menjadi dasar NATO. Beberapa pejabat juga menyatakan bahwa AS bisa memutuskan keluar dari aliansi tersebut, meski belum jelas tingkat keberatannya.

“Oh ya, saya akan mengatakan itu lebih dari sekadar untuk dipertimbangkan kembali,” tambah Trump. “Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Vladimir Putin juga tahu itu.”

Di sisi lain, para pemimpin Eropa memandang bahwa semua tindakan untuk membuka Selat Hormuz berisiko tinggi. Mereka khawatir Iran terus menyerang kapal tanker yang dianggap berasal dari negara “bersahabat”, sehingga mengurangi keinginan mereka untuk terlibat dalam konflik yang berpotensi memasuki perang tanpa akhir di Timur Tengah.

“Saya tidak pernah memberi tahu Keir Starmer apa yang harus dilakukan terkait anggaran pertahanan. Dia bisa melakukan apa saja. Tidak masalah. Semua yang Starmer inginkan hanyalah turbin angin mahal yang membuat harga energi Anda naik,” kata Trump.

Trump juga mengkritik Inggris dan Prancis, menyiratkan bahwa mereka tidak cukup mendukung operasi militer AS. Dalam unggahan di Truth Social, ia menuduh Prancis memperlambat akses pesawat militer ke Israel dan mengingatkan bahwa AS bisa memutus dukungan. “Semua yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, saya punya saran untuk Anda,” tulisnya. “Nomor satu, beli dari kami. Nomor dua, bangun keberanian, pergi ke sana, dan langsung AMBIL.”

Kritik terhadap Sekutu Eropa

Para pejabat menyatakan bahwa perang Trump terhadap Iran adalah pilihan individu, tanpa konsultasi dengan negara-negara anggota NATO. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengungkapkan bahwa Washington harus “meninjau kembali” hubungan dengan NATO setelah konflik Iran selesai. “Jika NATO hanya tentang kami membela Eropa saat mereka diserang, tetapi menolak hak penggunaan pangkalan ketika diperlukan, itu bukan pengaturan yang ideal,” katanya.

Trump menekankan bahwa ia tidak melakukan lobi besar untuk memperkuat keanggotaan AS di NATO. “Saya hanya berkata, ‘Hei’, Anda tahu, saya tidak terlalu mendesak. Saya berpikir itu seharusnya otomatis,” tambahnya. Komentar ini muncul setelah Trump memperingatkan Inggris dan Prancis bahwa AS akan berada di sisi yang berbeda di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *