Key Strategy: Perang Iran Geser Dulu, Rusia Tiba-Tiba Klaim Kemenangan Baru

Perang Iran Geser Dulu, Rusia Tiba-Tiba Klaim Kemenangan Baru

Kyiv mempertanyakan klaim Rusia tentang pengambilalihan penuh Luhansk, wilayah strategis yang menjadi pusat perang sejak awal invasi. Pada Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukan mereka telah menguasai wilayah tersebut, namun kota tersebut sebenarnya telah lama berada di bawah kendali Moskow. Sementara itu, juru bicara militer Ukraina menyatakan tidak ada perubahan signifikan di garis depan wilayah itu selama enam bulan terakhir.

Menurut laporan Reuters, Rabu (2/4/2026), Rusia mengklaim telah menyelesaikan pembebasan Republik Rakyat Luhansk, dengan nama yang disukai pemerintah Kremlin. Wilayah ini termasuk dalam dua area industri Donbas, bersama dengan Donetsk. Pernyataan tersebut disampaikan setelah laporan bahwa Rusia merebut sepetak kecil wilayah yang masih belum dikuasai sejak 2022.

“Unit dari kelompok militer ‘Barat’ telah menyelesaikan pembebasan Republik Rakyat Luhansk,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan.

Kremlin kembali menegaskan tuntutannya agar pasukan Ukraina mundur dari bagian Donetsk yang belum ditaklukkan. Penasihat kebijakan luar negeri Vladimir Putin, Yuri Ushakov, menyebut keputusan Zelensky untuk menarik pasukan dari seluruh Donbas akan membuka jalan untuk menyelesaikan sisa masalah diplomatik. “Jika dia mengambil keputusan untuk menarik pasukan dan jika kami kemudian memverifikasi bahwa dia telah menarik pasukan, maka prospek tentu akan terbuka untuk menyelesaikan banyak isu, termasuk pertanyaan mengakhiri aksi militer,” tambah Ushakov.

Di sisi lain, pihak Rusia menyatakan telah mengendalikan desa Verkhnya Pysarivka di Kharkiv serta Boikove di Zaporizhzhia, wilayah tenggara Ukraina. Klaim aneksasi Luhansk ditolak oleh Kyiv dan sebagian besar negara Barat sebagai bentuk perampasan wilayah yang tidak sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *